KabaraMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mulai memanfaatkan gedung baru sebagai tempat kerja digedung sayap Pettarani untuk menjalankan aktivitas kedewanan.
Penggunaan gedung tersebut dinilai dapat menghemat anggaran sewa yang sebelumnya mencapai sekitar Rp600 juta lebih per tahun.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, mengatakan keberadaan gedung baru menjadi solusi sementara sebelum pembangunan gedung utama DPRD direalisasikan.
“Alhamdulillah gedung baru ini cukup untuk menampung kita sementara. Dibanding kita sewa lagi tempat, kita bisa menghemat biaya sampai Rp600-an juta lebih,” kata Azwar, Sabtu (15/08).
Menurutnya, anggaran sewa gedung yang digunakan sebelumnya mencapai sekitar Rp600 juta dalam setahun. Dengan memanfaatkan gedung baru, biaya tersebut tidak lagi harus dikeluarkan untuk kebutuhan sewa.
Azwar juga menilai fasilitas gedung baru lebih representatif dibanding lokasi yang sebelumnya disewa DPRD Makassar. Sejumlah ruang komisi telah tersedia dan dapat digunakan untuk menunjang aktivitas anggota dewan.
“Kalau dibanding dengan yang disewa kemarin, masih lebih bagus di tempat ini. Terasa lebih representatif sebagai gedung rapat dan lain-lain,” ujarnya.
Ia menyebut hampir seluruh kebutuhan ruangan untuk aktivitas DPRD telah tersedia. Ruang komisi menjadi salah satu fasilitas yang sudah dapat dimanfaatkan untuk menjalankan fungsi kedewanan.
“Ruangan komisi, hampir semua ruangan sudah ada. Sisa nanti di Kabag Umum dan Humas yang dibuatkan tempatnya di lapangan tenis sana,” jelasnya.
Meski digunakan sementara, Azwar mengatakan DPRD Makassar tetap memiliki rencana pembangunan gedung utama. Tahapan menuju pembangunan tersebut dijadwalkan masuk proses tender pada 2027.
“On progress 2027, mau tender nanti 2027,” katanya.
Namun, dia belum dapat memastikan besaran anggaran maupun kapasitas gedung utama yang akan dibangun. Menurutnya, proses tersebut masih harus melalui tender perencanaan sebelum pembangunan fisik dilaksanakan.
“Belum ada, kan ada tender perencanaan dulu. Tender perencanaan ini segera 2027 itu bersamaan dengan fisiknya nanti,” ungkap Azwar.
Dengan pemanfaatan gedung baru, DPRD Makassar diharapkan dapat menjalankan aktivitas kedewanan dengan fasilitas yang lebih memadai sembari menunggu realisasi gedung utama.
“Mudah-mudahan bisa maksimal kerja-kerja kita ke depannya,” tukasnya.













