kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Revalidasi UNESCO, Momentum Maros-Pangkep Pertahankan Pengakuan Global Geopark

Revalidasi UNESCO, Momentum Maros-Pangkep Pertahankan Pengakuan Global Geopark
Tim asesor saat melakukan kunjungan untuk Revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep (Dok: Nofi KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep tengah dalam penilaian oleh tim asesor UNESCO mulai dari 27 hingga 31 Juli mendatang.

Kunjungan serta penilaian dilakukan guna memantau kondisi Geopark sekaligus memberikan pendampingan agar pengelolaannya semakin optimal.

Tim asesor UNESCO Global tersebut terdiri dari Soojae Lee yang berasal dari Korea Selatan serta Xiaoping Qiu asal China.

Evaluasi berkala yang dilakukan setiap empat tahun itu menjadi penentu keberlanjutan pengakuan internasional yang diraih kawasan karst Maros-Pangkep sejak 2023 silam.

Pada Selasa (28/07), proses asesmen revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep dimulai di Kabupaten Maros.

Diawali dengan kunjungan ke SD Negeri 2 Maros kemudian berlanjut ke Sekretariat Geopark Maros-Pangkep, Hutan Karaenta, Taman Wisata Alam Bantimurung, lalu Taman Prasejarah Leang-Leang serta peninjauan di Dermaga I Rammang-Rammang.

General Manager Badan Pengelola Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark (MPUGGp), Dedy Irfan Bachri, menyampaikan, jika proses revalidasi merupakan mekanisme rutin yang dilakukan UNESCO guna memastikan status tersebut masih layak dipertahankan.

“Nantinya mereka akan melihat apakah status yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan di kawasan Geopark Maros-Pangkep,” ucapnya.

Ia menyebut, saat penetapan status tersebut, UNESCO memberikan enam rekomendasi yang wajib dipenuhi oleh pengelola kawasan.

Enam rekomendasi itu akan menjadi aspek pertama yang diperiksa oleh tim asesor saat melakukan evaluasi lapangan.

“Status UNESCO Global Geopark ini penting, karena status ini untuk melindungi warisan geologi, melestarikan lingkungan, dan memajukan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal melalui pariwisata berkelanjutan,” terangnya.

“Pengakuan ini juga menjadi sarana promosi internasional dan pusat edukasi serta riset,” tuturnya.

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel turut meminta pendampingan dari tim UNESCO agar Geopark semakin menarik sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

“Setelah proses revalidasi, UNESCO akan memberikan sejumlah masukan terkait aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki,” jelasnya.

Andi Sudirman mengatakan jika tim UNESCO menyampaikan tidak ada Geopark yang benar-benar sempurna di dunia.

Oleh sebab itu, evaluasi yang dilakukan bukan untuk mencari kekurangan semata, melainkan menjadi bagian dari proses pembinaan agar pengelolaan Geopark terus ditingkatkan.

Loading

error: Content is protected !!