kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Menag Kenang Momen Haru Berziarah ke Makam Syekh Yusuf Bersama SBY

Menag Kenang Momen Haru Berziarah ke Makam Syekh Yusuf Bersama SBY
Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com —Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, membagikan pengalaman emosionalnya saat berziarah ke makam Syekh Yusuf Al-Makassariy di Cape Town, Afrika Selatan, bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Momen tersebut diungkapkan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional 400 Tahun Kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassariy di Auditorium UIN Alauddin Makassar, Kamis (9/7).

Dalam seminar yang merupakan rangkaian peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassariy dan digelar melalui kerja sama UIN Alauddin Makassar, Yayasan Aksara Lontaraq, serta KGI Network itu, Nasaruddin mengenang kunjungan kenegaraan ke Afrika Selatan pada Maret 2008 yang membuka pandangannya mengenai besarnya pengaruh ulama asal Gowa tersebut.

Ia mengaku masih mengingat jelas suasana ketika memimpin doa di kompleks makam Syekh Yusuf di Cape Town. Menurutnya, momen itu menjadi salah satu pengalaman paling berkesan sepanjang hidupnya.

“Saya termasuk orang yang jarang menangis, tetapi saat memimpin doa bersama Pak SBY di makam Syekh Yusuf, kami benar-benar meneteskan air mata karena sangat terharu,” kata Nasaruddin.

Rasa haru itu, lanjutnya, muncul setelah melihat penghormatan luar biasa yang diberikan masyarakat Afrika Selatan kepada Syekh Yusuf Al-Makassariy. Penghormatan tersebut menunjukkan besarnya jasa tokoh asal Sulawesi Selatan itu dalam perjalanan sejarah Islam di negara tersebut.

Nasaruddin juga menceritakan pertemuan delegasi Indonesia dengan Presiden Afrika Selatan saat itu, Thabo Mbeki. Dalam pertemuan tersebut, Mbeki menyampaikan bahwa penyebaran Islam di Afrika Selatan tidak terlepas dari dakwah yang dilakukan Syekh Yusuf Al-Makassariy.

“Saat itu Presiden Thabo Mbeki mengatakan bahwa yang membawa Islam ke Afrika Selatan adalah ulama dari Indonesia, yakni Syekh Yusuf Al-Makassariy,” ujarnya.

Menurut Nasaruddin, Mbeki juga menilai ajaran Islam yang diwariskan Syekh Yusuf memiliki karakter damai sehingga diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

“Beliau mengatakan mereka tidak direpotkan oleh persoalan terorisme karena Islam yang datang dari Indonesia sangat damai. Itu menjadi kebanggaan mereka,” tuturnya.

Ia menambahkan, pendekatan tasawuf yang dikembangkan Syekh Yusuf menjadi salah satu faktor penting yang membuat dakwah Islam diterima luas di Afrika Selatan.

Nilai-nilai spiritual, toleransi, dan kedamaian yang diajarkan Syekh Yusuf, menurut Nasaruddin, masih terus dikenang hingga kini dan menjadi warisan berharga yang mempererat hubungan sejarah antara Indonesia dan Afrika Selatan.

error: Content is protected !!