KabarMakassar.com — Produk unggulan Kabupaten Bulukumba menjadi magnet perhatian pengunjung pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, 8–11 Juli 2026.
Tenun Bira dan Sarung Kajang yang telah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG) menjadi produk paling banyak diminati di stand Dekranasda Bulukumba.
Anggota Bidang Pameran dan Kemitraan Dekranasda Kabupaten Bulukumba, Sulriana, mengatakan kehadiran produk berstatus IG menjadi daya tarik tersendiri karena telah memperoleh pengakuan resmi dari Kementerian Hukum dan HAM.
Selain kedua produk tersebut, Bulukumba juga menampilkan beragam kerajinan khas daerah, mulai dari baju labu berbahan Tenun Bira, tas anyaman daun lontar, miniatur Perahu Pinisi, hingga batik tulis dan anyaman tradisional.
“Tenun Gambara atau Tenun Bira sudah memiliki perlindungan Indikasi Geografis. Begitu juga Sarung Kajang yang sudah mendapat pengakuan IG dari Kementerian Hukum dan HAM,” ujar Sulriana, Jumat (10/7).
Ia menjelaskan, stand Bulukumba juga menghadirkan kerajinan anyaman daun lontar berupa “bakul pelakor”, serta batik tulis khas Bulukumba yang kini telah ditetapkan sebagai batik resmi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bulukumba.
Menurut Sulriana, seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil pembinaan Dekranasda Bulukumba terhadap pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Program pembinaan tersebut dinilai berhasil menghidupkan kembali para perajin yang sebelumnya tidak lagi aktif berproduksi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar premium.
“Dekranasda benar-benar membina para pelaku IKM di Bulukumba. Alhamdulillah sekarang banyak produk yang berkembang, dari yang awalnya masih tampil natural hingga menjadi produk premium dengan desain yang lebih modern,” katanya.
Antusiasme pengunjung juga berdampak pada nilai transaksi di stand Bulukumba. Sulriana mengungkapkan, penjualan pada hari pertama pameran hampir mencapai Rp30 juta, dengan pembeli berasal dari berbagai kalangan, termasuk tamu-tamu penting yang menghadiri kegiatan tersebut.
“Pada hari pertama saja penjualan hampir Rp30 juta. Respons pengunjung sangat baik, bahkan ada ibu-ibu menteri dan jajaran Sekjen Dekranas yang membeli produk kami,” ungkapnya.
Salah satu produk yang menarik perhatian adalah miniatur Perahu Pinisi berbahan kayu bitti berulir yang dikenal tahan terhadap air dan rayap. Produk tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp8 juta per unit.
Selain itu, tas anyaman daun lontar dijual dalam berbagai varian dengan kisaran harga mulai Rp700 ribu hingga Rp2,5 juta. Sementara kain Tenun Bira juga tersedia dalam bentuk lembaran agar dapat dimodifikasi menjadi berbagai jenis busana sesuai kebutuhan pembeli.
Melalui ajang HUT Dekranas ke-46, Dekranasda Bulukumba berharap produk-produk kerajinan lokal semakin dikenal luas sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para pelaku IKM di daerah.













