KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (7/7).
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan dengan menguat sebesar 0,08 persen atau mengalami apresiasi ke posisi Rp17.970 per dolar AS.
Adanya penguatan ini usai perdagangan 6 Juli lalu, rupiah mengalami pelemahan 0,22 persen ke posisi Rp17.985 per dolar AS.
Saat ini, pergerakan rupiah diproyeksikan bakal dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global.
Tercatat, dolar AS mengalami pergerakan yang stabil usai laporan tenaga kerja AS yang lenoh lemah dari prediksi pada pekan lalu meredakan ekspektasi pasar atas peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.
Sebelumnya, dolar AS mencatat kinerja mingguan paling buruk sejak April. Tekanan atas greenback terjadi usai data nonfarm payrolls memperlihatkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat tajam pada bulan Juni.
Data itu, ditambah dengan harga minyak yang lebih rendah, turut menahan ekspektasi pasar atas peluang kenaikan suku bunga The Fed bulan Juli.
Sejumlah ekonom menilai adanya perlambatan penciptaan lapangan kerja yang lebih buruk dari ekspektasi kemungkinan adalah dampak tertunda dari konflik Timur Tengah yang juga mendorong adanya kenaikan harga bensin serta tekanan inflasi.
Dari sisi internal, pasar tengah mencermati rilis cadangan devisa Juni 2026 pada Selasa 7 Juli 2026 oleh BI. Dimana sebelumnya, posisi cadangan devisa mengalami penurunan menjadi US$144,9 miliar karena pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi stabilisasi rupiah.
Walau begitu, posisi tersebut masih dinilai amat aman karena dapat membiayai 5,6 bulan impor.
Cadangan devisa juga menjadi fokus pasar, dimana terjadi peningkatan di tengah tekanan atas rupiah.













