KabarMakassar.com — Progres pembangunan sembilan Sekolah Rakyat permanen di Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data per 17 Mei 2026, rata-rata progres pembangunan di seluruh lokasi telah melampaui 50 persen.
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Abd Malik Faisal, mengungkapkan sebagian besar proyek kini memasuki tahap penyelesaian lanjutan. Bahkan beberapa lokasi tercatat telah mendekati angka 70 persen penyelesaian pekerjaan.
Dari sembilan lokasi pembangunan, Kabupaten Sidrap menjadi daerah dengan progres tertinggi. Pembangunan Sekolah Rakyat di daerah tersebut telah mencapai 69,90 persen.
Posisi berikutnya ditempati Kota Makassar dengan progres 69,16 persen. Sementara pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar berada sangat dekat dengan angka tersebut, yakni 69,11 persen.
Kabupaten Sinjai juga mencatat progres yang cukup tinggi. Hingga 17 Mei, pembangunan Sekolah Rakyat di daerah itu telah mencapai 68,67 persen.
Di Kabupaten Barru, progres pembangunan telah menyentuh angka 68,17 persen. Capaian tersebut juga menempatkan Barru sebagai salah satu daerah dengan perkembangan proyek tercepat di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Kabupaten Wajo mencatat progres sebesar 65,17 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Bone yang mencapai 64,74 persen.
Meski mayoritas daerah telah melampaui 60 persen, masih terdapat dua lokasi yang progresnya belum menembus angka 50 persen. Kedua daerah tersebut adalah Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Tana Toraja.
Di Kabupaten Soppeng, progres pembangunan tercatat sebesar 49,15 persen. Adapun Kabupaten Tana Toraja berada pada angka 47,92 persen atau menjadi yang terendah di antara sembilan lokasi pembangunan.
“Jadi, berdasarkan data per 17 Mei, masih ada dua daerah yang progresnya di bawah 50 persen, yakni Soppeng dan Tana Toraja,” katanya, Minggu (07/06/2026).
Malik mengatakan data tersebut merupakan laporan perkembangan proyek per 17 Mei lalu. Menurutnya, kondisi di lapangan saat ini kemungkinan sudah jauh lebih maju dibandingkan capaian yang tercatat dalam laporan tersebut.
“Kemungkinan sekarang progresnya telah melampaui 70 persen. Itu yang menjadi harapan kami,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan sembilan Sekolah Rakyat tersebut ditangani oleh dua perusahaan pelat merah. Sebanyak lima lokasi dikerjakan oleh BUMN Waskita dan empat lokasi lainnya dikerjakan oleh PT Nindya Karya.
Lima proyek yang ditangani Waskita berada di Kabupaten Soppeng, Wajo, Barru, Sidrap, dan Tana Toraja. Sedangkan PT Nindya Karya mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone, Sinjai, Takalar, dan Kota Makassar.
Menurut Malik, progres pembangunan saat ini terus bergerak karena sebagian besar pekerjaan konstruksi utama telah selesai. Tahapan yang berlangsung di sejumlah lokasi kini lebih banyak difokuskan pada penyelesaian pekerjaan akhir dan penyempurnaan fasilitas.
Dirinya optimis seluruh pekerjaan bisa tuntas pada akhir Juni ini sehinga bangunan sudah dapat difungsikan untuk tahun ajaran baru 2026/2027.
“Perkembangannya sangat cepat. Kami optimistis pada akhir Juni seluruh pekerjaan bisa mencapai 100 persen karena saat ini yang tersisa hanya pekerjaan finishing, seperti pemasangan atap, pengecatan, dan pekerjaan penyempurnaan lainnya. Pekerjaan konstruksi utama dan infrastruktur dasarnya sudah selesai. Yang tersisa hanyalah tahap akhir pengerjaan,” pungkasnya.














