kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Gelombang Perairan Jeneponto Capai 2,5 Meter, Nelayan Diimbau Waspada

Gelombang Perairan Jeneponto Capai 2,5 Meter, Nelayan Diimbau Waspada
Ilustrasi gelombang perairan. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto meneruskan peringatan dini dari BMKG terkait potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang diprakirakan melanda wilayah perairan Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Jeneponto, selama beberapa hari ke depan.

Berdasarkan rilis resmi Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Paotere BMKG yang diunggah melalui akun Facebook resmi BPBD Jeneponto, peringatan ini berlaku mulai tanggal 2 hingga 5 Juni 2026.

Secara umum, kondisi angin di wilayah Perairan Sulawesi Selatan dan sekitarnya bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 8 – 25 knot.

BMKG mencatat bahwa kecepatan angin dan gelombang laut tertinggi di wilayah perairan Provinsi Sulawesi Selatan berpotensi terjadi di beberapa titik rawan, yaitu perairan Pinrang, Makassar, Jeneponto, hingga Bulukumba.

Tinggi gelombang yang berkisar antara 1.25 hingga 2.5 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Makassar, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Kepulauan Takabonerate dan Perairan Sinjai.

Merespons prakiraan cuaca tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Jeneponto, Andi Patoppoi, meminta masyarakat khususnya para nelayan dan pelaku jasa transportasi laut di pesisir Jeneponto untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Jeneponto, terutama para nelayan tradisional dan operator kapal, untuk memperhatikan betul perkembangan cuaca ini sebelum melaut,” ujar Andi Patoppoi saat memberikan keterangan terkait unggahan tersebut, Selasa (2/6).

Merujuk pada imbauan keselamatan dari BMKG, Andi Patoppoi menyebutkan bahwa terdapat risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yang harus diantisipasi.

“Perahu nelayan, sangat berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter, kapal tongkang, sangat berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 meter,” jelasnya.

Lebih jauh, pihaknya juga meminta masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dan segera melaporkan ke posko kebencanaan terdekat jika terjadi situasi darurat di wilayah pesisir.

error: Content is protected !!