kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Meity: Hari Lahir Pancasila Harus Jadi Momentum Lawan Kekerasan Seksual

Meity: Hari Lahir Pancasila Harus Jadi Momentum Lawan Kekerasan Seksual
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hj. Meity Rahmatia (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan, Meity Rahmatia, menilai peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum memperkuat gerakan melawan kekerasan seksual dan kekerasan terhadap perempuan serta anak yang belakangan marak terjadi.

Menurut anggota Komisi XIII DPR RI itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk membangun budaya anti-kekerasan sejak usia dini.

“Kita dalam kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak. Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk menguatkan kembali nilai kemanusiaan, perlindungan, dan penghormatan terhadap sesama,” kata Meity dalam keterangannya, Senin (1/6).

Ia menyoroti sejumlah kasus kekerasan seksual yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk kasus penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi asal Kalimantan di Makassar serta kasus pembunuhan disertai kekerasan seksual terhadap anak berusia 12 tahun yang menggemparkan publik.

Menurut Meity, rangkaian kasus tersebut menunjukkan masih lemahnya budaya perlindungan terhadap kelompok rentan di tengah masyarakat. Karena itu, pendidikan karakter berbasis nilai Pancasila perlu diperkuat, khususnya di lingkungan sekolah.

“Pancasila mengajarkan nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Agama juga mengajarkan kasih sayang, kesabaran, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak. Nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini agar menjadi budaya yang hidup di masyarakat,” ujar Politisi dapil Sulsel I itu.

Meity menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa, mulai dari masyarakat, aparatur sipil negara hingga para pejabat, perlu menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar upacara atau seremoni. Lima sila dalam Pancasila merupakan rangkuman cita-cita besar bangsa untuk mewujudkan kehidupan yang adil, sejahtera, demokratis, dan berperikemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya kasus kekerasan tidak bisa dilepaskan dari berbagai faktor, mulai dari persoalan ekonomi hingga pengaruh perkembangan dunia digital yang semakin sulit dikendalikan.

“Ada banyak faktor yang memicu kekerasan, termasuk kondisi ekonomi dan pengaruh informasi di ruang digital. Karena itu, pendidikan anti-kekerasan harus diperluas agar generasi muda memiliki benteng moral yang kuat,” tukasnya.

error: Content is protected !!