KabarMakassar.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki tahap pengawasan berbasis partisipasi penerima manfaat melalui digitl.
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan aplikasi Reviu MBG yang memungkinkan kualitas makanan dinilai langsung dari lapangan, mulai dari rasa hingga variasi menu harian.
Melalui aplikasi tersebut, para penanggung jawab penerima manfaat seperti guru sekolah, kepala posyandu, hingga pengurus pondok pesantren dapat memberikan penilaian segera setelah makanan diterima.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, mengatakan sistem digital itu dibuat untuk memperketat pengawasan distribusi dan mutu makanan dalam program MBG.
“Ketika makanan datang, langsung dinilai. Apakah tepat waktu, aromanya baik atau tidak, rasanya wajar atau tidak, kemudian menunya variatif atau tidak dibanding hari sebelumnya,” ujar Sony dalam keterangannya, Kamis (28/05).
BGN menetapkan empat indikator utama dalam penilaian tersebut, yakni ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, rasa makanan, serta variasi menu. Seluruh hasil penilaian akan tercatat dalam sistem dan menjadi bagian dari evaluasi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Sony, aplikasi itu tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol kualitas, tetapi juga untuk membangun kesadaran seluruh pelaksana MBG agar lebih serius menjaga mutu layanan.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan awareness seluruh pelaksana di lapangan agar lebih sungguh-sungguh dalam memproduksi dan mendistribusikan MBG,” katanya.
BGN menilai keterlibatan penerima manfaat dalam proses pengawasan penting untuk mencegah persoalan distribusi maupun kualitas makanan sejak dini. Sistem evaluasi dilakukan secara berkala berdasarkan laporan yang masuk dari lapangan.
Selain itu, BGN juga tengah menyiapkan dashboard publik yang nantinya dapat diakses masyarakat untuk memantau pelaksanaan MBG secara lebih transparan, termasuk data keterlambatan distribusi dan kualitas makanan.
“Insya Allah dua minggu ke depan masyarakat dapat melihat persentase keterlambatan distribusi, kualitas aroma makanan, dan indikator lainnya,” ujar Sony.
Aplikasi Reviu MBG menjadi bagian dari penguatan sistem pengawasan digital Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini terus diperluas pemerintah di berbagai daerah.
“Tentu kita harap bahwa ini bisa mempermuda masyarakat untuk melaporkan apa yang terjadi dilapangan,” tukasnya.















