KabarMakassar.com — Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Cabang Bulukumba menggelar media gathering bersama insan pers di Kabupaten Jeneponto, Senin (25/5).
Agenda ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi komunikasi publik sekaligus membuka ruang diskusi hangat terkait berbagai tantangan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di tengah masyarakat.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Ashari Ramadhani selaku Kabag SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Bulukumba, Kepala BPJS Jeneponto Florinsye Tamonob, serta Kepala Bidang Humas dan IKP Kabupaten Jeneponto, Doddy A. Baso
Tak hanya itu, jajaran pimpinan dan perwakilan media di Kabupaten Jeneponto juga turut hadir langsung dalam forum ini, di antaranya, Arifuddin Lau (Pimpinan Rakyat News), Syamsir (Indonesia Satu), Sulaiman Nai (Metro TV), Ullah (Kabarmakassar.com), Firmansyah (Publikasi.id), Haris (MNC TV), Muh. Rakib (TVRI), serta sejumlah awak media lokal lainnya.
Dalam forum diskusi terbuka tersebut, berbagai persoalan, hambatan, hingga tantangan pelayanan BPJS Kesehatan yang selama ini kerap dihadapi oleh masyarakat dikupas secara tuntas bersama para kuli tinta.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Jeneponto, Florinsye Tamonob atau yang akrab disapa Ibu Flo, memaparkan sejumlah hal krusial terkait kepesertaan JKN yang kerap menjadi keluhan warga di lapangan. Mulai dari persoalan administrasi, status aktif-tidaknya kepesertaan, alur layanan rujukan, hingga pentingnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur layanan kesehatan.
Di tempat yang sama, Kabag SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Bulukumba, Ashari Ramadhani atau Pak Ari, merincikan alur dan mekanisme pelayanan BPJS Kesehatan yang berlaku saat ini.
Ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai sistem pelayanan berjenjang, ragam manfaat JKN, serta peran vital media dalam meluruskan informasi di tengah publik.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut sukses menjadi ruang bertukar pikiran yang sehat antara pihak BPJS Kesehatan dan insan pers, sehingga berbagai persoalan yang berkembang di akar rumput (grassroots) dapat dipahami secara utuh untuk dicarikan solusi bersama.
“Media menjadi mitra strategis dalam membangun pemahaman publik terkait layanan BPJS Kesehatan. Melalui komunikasi yang baik, informasi yang diterima masyarakat juga akan semakin tepat dan edukatif,” ungkap Ashari Ramadhani.
Melalui momentum media gathering ini, BPJS Kesehatan berharap tali silaturahmi dan sinergi bersama awak media dapat terus diperkuat.
Hal ini demi mendukung terciptanya pelayanan informasi kesehatan yang transparan, responsif, serta mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Bumi Turatea.















