KabarMakassar.com— Melimpahnya stok beras nasional yang kini tersimpan di gudang Perum BULOG mulai memantik sorotan di parlemen.
Di tengah klaim pemerintah soal kuatnya cadangan pangan, DPR justru mengingatkan potensi persoalan serius jika jutaan ton beras tersebut tidak dikelola dan didistribusikan secara optimal.
Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menilai stok beras yang telah mencapai 5,3 juta ton berisiko memunculkan penurunan mutu hingga kerugian negara apabila terlalu lama tersimpan.
“Beras merupakan komoditas hidup yang memiliki batas waktu penyimpanan ideal. Jika disimpan terlalu lama, terutama lebih dari enam hingga sembilan bulan tanpa pengendalian suhu dan kelembaban, kualitas beras akan menurun,” kata Firman dalam keterangannya, Jumat (15/05).
Menurut politisi Fraksi Golkar itu, penyimpanan beras dalam waktu panjang bukan sekadar soal kapasitas gudang, tetapi juga ancaman terhadap kualitas pangan yang nantinya dikonsumsi masyarakat. Tingkat kelembaban yang tidak terjaga, kata dia, dapat memicu munculnya kutu, jamur, hingga kerusakan fisik pada butiran beras.
Selain penurunan mutu, Firman juga menyoroti potensi beban anggaran yang harus ditanggung BULOG untuk menjaga kualitas stok tersebut. Mulai dari biaya fumigasi, operasional listrik gudang, hingga tenaga kerja disebut dapat membengkak jika stok terus menumpuk.
“Biaya penyimpanan yang besar seperti fumigasi, listrik gudang, dan tenaga kerja juga akan menambah beban keuangan Bulog. Karena itu, stok buffer pangan idealnya diputar setiap enam sampai sembilan bulan,” ujarnya.
Firman juga mewanti-wanti dampak psikologis terhadap pasar jika distribusi stok tak segera dilakukan. Menurutnya, penumpukan beras justru bisa memicu persepsi kelangkaan pasokan di tingkat pasar.
“Kalau stok ditahan terlalu lama, pasar menganggap suplai terbatas. Akibatnya harga bisa naik,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia meminta pengawasan distribusi dilakukan secara ketat untuk mencegah kemungkinan ketidaksesuaian data stok di lapangan.
Sementara itu, Perum BULOG memastikan kondisi cadangan beras pemerintah tetap aman.
Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini telah melampaui 5 juta ton dan dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan nasional.
“Ketersediaan stok beras yang mencapai lebih dari 5 juta ton ini menjadi bukti komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” kata Rizal.
BULOG menegaskan stok jumbo tersebut justru menjadi instrumen penting pemerintah untuk menjaga harga beras tetap terkendali di berbagai daerah.













