KabarMakassar.com — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Sekolah Alam Bosowa menggelar kegiatan sharing session bertajuk “Rebuilding The Foundation of Early Learning” pada Senin (15/04).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengembangan kompetensi guru, khususnya dalam memperkuat pemahaman penerapan kurikulum berbasis riset Beyond Centers and Circle Time (BCCT).
Materi dalam sesi tersebut merujuk pada pemikiran Dr. Pamela C. Phelps dan disampaikan oleh Executive of SAB-BSM Principal, Mirna Kartika, S.Pd.I., M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun fondasi pembelajaran anak usia dini melalui pendekatan yang holistik, terstruktur, dan berbasis penelitian.
Para guru yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan pembekalan terkait pemetaan lingkungan yang memengaruhi perkembangan anak secara menyeluruh. Pendekatan play-based learning atau pembelajaran berbasis bermain menjadi salah satu fokus utama, di mana guru didorong untuk menciptakan proses belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Menurut Mirna Kartika, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kualitas pembelajaran di Sekolah Alam Bosowa.
“BCCT bukan hanya metode, tetapi sebuah kerangka berpikir yang membantu kita menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan kompetensi guru menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Dengan memahami bagaimana lingkungan, interaksi, dan strategi pembelajaran saling terhubung, guru dapat lebih optimal dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak secara menyeluruh,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Alam Bosowa terus berkomitmen menghadirkan praktik pendidikan yang inovatif, relevan, dan berbasis riset, guna mendukung tumbuh kembang peserta didik sejak usia dini secara optimal.













