KabarMakassar.com — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar mengakui sistem pengelolaan data pajak masih memiliki kelemahan dalam mendeteksi pembayaran pajak.
Hal itu terungkap setelah muncul penyataan dari pengusaha terkait sejumlah hotel yang ditampilkan dalam billboard sebagai penunggak pajak ternyata telah melakukan pembayaran.
Plt Sekretaris Bapenda Makassar, Zamhir Islamie, memastikan bahwa setelah dilakukan pembaruan data terbaru, seluruh hotel yang sempat tercantum di billboard tersebut ternyata telah melunasi kewajibannya.
“Yang di billboard setelah update per hari ini semua terbayarkan hotelnya,” kata Zamhir, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung sementara DPRD kota Makassar jalan Letjen Hertasning, Selasa (10/03).
Ia menjelaskan, persoalan tersebut terjadi karena sistem pembaruan database di internal Bapenda belum berjalan optimal. Data pembayaran pajak disebut membutuhkan pembaruan secara berkala agar perubahan dapat langsung tercatat dalam sistem.
Menurutnya, kondisi ini menjadi evaluasi awal bagi pihaknya untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan data pajak daerah.
“Pada tahap awal berarti memang masih lemah sistem kami di Bapenda karena harus di-update sesering mungkin supaya terjadi perubahan database. Nah itu yang kita benahi,” ujarnya.
Zamhir juga mengakui bahwa jajaran di internal Bapenda saat ini sebagian besar merupakan personel baru, termasuk dirinya. Karena itu, proses penyesuaian sekaligus pembenahan sistem sedang dilakukan agar pengelolaan data pajak lebih akurat.
Ia menegaskan, berdasarkan pengecekan terbaru yang dilakukan pihaknya, seluruh kewajiban pajak terkait reklame maupun billboard yang sempat dipersoalkan sudah diselesaikan.
“Artinya mereka semua mulai dari pajak reklame dan billboard itu semua sudah terbayarkan. Saya cek sudah terbayarkan per hari ini,” jelasnya.
Bapenda Makassar pun berkomitmen memperbaiki sistem pembaruan database agar informasi terkait kewajiban pajak wajib pajak dapat tersaji lebih akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
“Tentu kami akan terus melakukan perbaikan, apalagi kami disini sebenarnya orang baru jadi tentu akan ada pembenahan dalam sistem pembayaran agar semua lebih cepat,” tukasnya.














