kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

MK Tegaskan Proyek Hertasning Diawasi dari Pabrik Aspal hingga Jalan

MK Tegaskan Proyek Hertasning Diawasi dari Pabrik Aspal hingga Jalan
Tim Leader Konsultan Manajemen Konstruksi PT Agrinas Pangan Nusantara (APN), Ir. Yus Lambakeng (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Tim Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) menegaskan bahwa proyek pengaspalan Jalan Hertasning diawasi secara ketat sejak tahap produksi material hingga proses pekerjaan di lapangan.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Tim Leader Konsultan Manajemen Konstruksi PT Agrinas Pangan Nusantara (APN), Ir. Yus Lambakeng, menjelaskan bahwa pengendalian mutu proyek dimulai dari Asphalt Mixing Plant (AMP) atau pabrik pengolahan aspal.

“Pengendalian mutu kami mulai dari AMP. Kami tempatkan tim quality di sana untuk memonitor pekerjaan dan komposisi aspal yang digunakan,” ujar Yus saat memberikan penjelasan terkait proses pengawasan proyek, Kamis (05/03).

Ia mengatakan komposisi material aspal yang digunakan telah dipasang dan diawasi langsung di lokasi produksi agar sesuai dengan standar pekerjaan yang telah ditentukan.

Selain pengawasan di pabrik aspal, tim konsultan juga menempatkan pengawas di lapangan untuk memantau proses penghamparan aspal secara langsung.

“Di lapangan ada pengawas yang memonitor suhu aspal, kondisi permukaan jalan, serta kesiapan alat yang digunakan sebelum pekerjaan pengaspalan dilaksanakan,” jelasnya.

Menurut Yus, pekerjaan pengaspalan tidak dapat dilakukan sembarangan. Seluruh proses harus melalui pengecekan kelayakan terlebih dahulu sebelum kontraktor melanjutkan pekerjaan di lapangan.

“Kalau sudah dinyatakan layak, baru kami izinkan pekerjaan dilaksanakan. Semua alat juga harus sudah standby di lapangan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengaspalan tidak dilakukan ketika kondisi permukaan jalan masih basah akibat hujan atau gerimis. Dalam kondisi tersebut, permukaan jalan harus dikeringkan terlebih dahulu.

“Kalau gerimis, kita keringkan dulu. Jadi tidak langsung mengaspal. Semua dilakukan sesuai prosedur pengendalian mutu,” ujarnya.

Yus menambahkan bahwa pihak pelaksana proyek tidak dapat bekerja tanpa koordinasi dengan tim konsultan manajemen konstruksi yang bertugas melakukan pengawasan teknis.

“Pelaksana proyek harus berkoordinasi dengan MK. Setiap pekerjaan pengaspalan selalu didampingi oleh tim MK di lapangan,” tegasnya.

Terkait hasil pengecekan ketebalan aspal yang sempat menjadi sorotan, Yus menjelaskan bahwa salah satu sampel menunjukkan ketebalan sekitar 3,8 sentimeter. Menurutnya, angka tersebut masih berada dalam batas toleransi.

“Ketebalan 3,8 itu masih masuk toleransi. Karena ada juga sampel lain yang mencapai lebih dari 4 hingga 5 sentimeter,” tukasnya.

error: Content is protected !!