KabarMakassar.com — Kota Makassar mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 6,23 persen pada Februari 2026.
Kenaikan harga tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tercatat berada di angka 111,23.
Tekanan inflasi terutama dipicu oleh lonjakan pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat, khususnya sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami kenaikan paling signifikan.
Berdasarkan data perkembangan harga, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tercatat meningkat hingga 18,37 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 7,35 persen.
Selain itu, sejumlah kelompok pengeluaran lain turut menyumbang inflasi meski dengan kenaikan yang relatif lebih kecil. Kelompok kesehatan tercatat naik 2,45 persen, diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,67 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,99 persen. Sementara kelompok pendidikan meningkat 1,21 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,08 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,38 persen.
Selain inflasi tahunan, Kota Makassar juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) pada Februari 2026 sebesar 1,23 persen. Sementara inflasi sejak awal tahun hingga Februari (year to date/y-to-d) tercatat sebesar 1,60 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga di Makassar masih cukup terasa pada sejumlah sektor kebutuhan rumah tangga, terutama yang berkaitan dengan biaya tempat tinggal dan energi, yang menjadi salah satu faktor utama pendorong inflasi di kota ini.













