kabarbursa.com
kabarbursa.com

IHSG Melemah di Tengah Eskalasi Konflik Global

IHSG Melemah di Tengah Eskalasi Konflik Global
Kantor Bursa Efek Indonesia (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (02/03).

Terpantau pada pukul 10.10 WITA, indeks kehilangan 142,58 poin atau setara melemah sebanyak 1,73 persen ke level 8.092.

Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 8,47 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp5,16 triliun, sementara frekuensi terjadi 617.156.

Tercatat, ada 69 saham yang menguat, 627 saham yang melemah dan 39 saham yang berada dalam posisi stagnan.

BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, IHSG diproyeksikan bergerak volatil dengan kecenderungan melemah seiring meningkatnya sentimen risk-off global atas eskalasi konflik Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Dimana dengan adanya konflik tersebut mendorong para investor kemudian beralih ke aset safe haven. Pasar turut memperhatikan potensi dari kenaikan harga minyak apabila terjadi gangguan distribusi di Selat Hormuz yang mampu meningkatkan tekanan inflasi serta biaya produksi emiten.

Namun, berdasarkan riset dari BRI Danareksa Sekuritas, tekanan terhadap IHSG memiliki potensi relatif tertahan, mengingat komposisi indeks yang cukup banyak dihuni oleh saham berbasis komoditas yang memiliki potensi diuntungkan dari kenaikan harga emas dan energi.

Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Senin (02/03), yaitu:

Phintraco Sekuritas

-HRUM, NCKL, SMDR, AMMN, ERAA dan MAIN

MNC Sekuritas

-INDY, TAPG, TLKM dan UNVR

Panin Sekuritas

-MEDC, RAJA, dan ARCI

Mirae Asset Sekuritas

-BRMS, MDKA, dan MEDC

BRI Danareksa Sekuritas

-MEDC, ELSA dan MDKA

BNI Sekuritas

-MEDC, ANTM, ARCI, HRTA, ITMG dan SOCI

Philip Sekuritas

-WIIM dan MBMA

MNC Sekuritas

-INDY, TAPG, TLKM dan UNVR

CGS International Sekuritas

-HMSP, WIIM, EMAS, ANTM, MDKA dan ARCI

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

error: Content is protected !!