kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Usulan Musrenbang di Makassar Masih Dominasi Posyandu, Tidak Ada Program Baru

Usulan Musrenbang di Makassar Masih Dominasi Posyandu, Tidak Ada Program Baru
Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nursaidah Sirajuddin (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Nursaida Sirajuddin, mengakui mayoritas usulan yang masuk melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan hingga kecamatan masih berkutat pada program lama, terutama Posyandu, tanpa terobosan layanan baru.

“Usulan Musrenbang itu belum kami terima secara utuh. Tapi laporan dari para kabid yang mewakili saya, rata-rata terkait Posyandu,” kata dr Ida nama karibnya, Senin (02/02).

Ia menjelaskan, fokus usulan Posyandu umumnya menyasar pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbasis penyuluhan.

Program ini, kata dia, sempat dihentikan dan sebelumnya hanya difokuskan pada PMT pemulihan bagi anak dan ibu hamil dengan status gizi bermasalah.

“Alhamdulillah tahun ini PMT penyuluhan sudah ada lagi. Ini kami jadikan pemantik agar warga mau datang ke Posyandu,” ujarnya.

Dinkes Makassar pun memasang target ambisius. dr Ida berharap angka kunjungan Posyandu (D/S) bisa melampaui 90 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Ia menilai, secara substansi, usulan Musrenbang sejatinya sudah sejalan dengan program Dinas Kesehatan. “Tidak ada yang benar-benar baru, hanya memang masih perlu dimaksimalkan di seluruh 47 puskesmas,” ujarnya.

Terkait penambahan layanan, dr Ida menyebut tidak ada usulan baru karena harus mengacu pada regulasi. Satu-satunya dorongan yang terus berulang datang dari Kecamatan Tallo, yakni pembangunan Jumpandang Baru dan Puskesmas Batua agar naik status menjadi fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTRL).

“Itu usulan dari tahun ke tahun. Mudah-mudahan Dinas Kesehatan bisa memaksimalkan pemenuhan sarana dan prasarana di dua lokasi tersebut,” tukasnya.

Loading

error: Content is protected !!