KabarMakassar.com — Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah pertama korban kecelakaan pesawat di kawasan Pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan pada Rabu (21/1)
Korban berjenis kelamin laki-laki tersebut sebelumnya ditemukan pada Minggu (18/1) di dalam jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari titik penemuan serpihan pesawat. Proses evakuasi berlangsung setelah tim SAR menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan untuk pelaksanaan operasi udara.
Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3601 setelah jenazah berhasil dipindahkan dari dasar jurang menuju punggungan Lampeso.
Operasi ini menjadi bagian krusial dalam rangkaian pencarian dan pertolongan yang telah memasuki hari-hari krusial, mengingat medan terjal serta cuaca ekstrem yang kerap menghambat proses evakuasi di lokasi kejadian. Rabu (21/1).
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar selaku On Scene Coordinator (OSC), Andi Sultan, menjelaskan bahwa evakuasi udara baru dapat dilaksanakan setelah kondisi cuaca dinilai cukup aman. Menurutnya, helikopter Basarnas lepas landas dari Base Off Lanud Hasanuddin menuju lokasi Lampeso pada pukul 07.47 WITA.
“Pagi ini cuaca relatif mendukung sehingga evakuasi jenazah dapat dilaksanakan menggunakan Helikopter Basarnas Dauphin HR-360,” ujar Andi Sultan.
Ia menyebutkan, proses pengangkatan jenazah dilakukan dengan metode hoist melalui teknik air landed pada pukul 07.59 WITA. Setelah jenazah berhasil dinaikkan ke helikopter, pesawat udara tersebut langsung bergerak kembali menuju Lanud Hasanuddin dan mendarat pada pukul 08.18 WITA.
“Setibanya di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) guna dilakukan proses identifikasi lebih lanjut,” jelasnya.
Andi Sultan menegaskan bahwa seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman dan terkendali berkat koordinasi lintas instansi yang solid, serta kesiapan personel di lapangan. Ia mengakui bahwa operasi ini memerlukan kehati-hatian tinggi mengingat medan di lokasi penemuan korban berada di tebing curam dengan risiko keselamatan yang besar.
Selain mengevakuasi jenazah pertama, tim SAR gabungan juga tetap melanjutkan operasi pencarian di sejumlah sektor lain. Sebanyak 37 personel yang terlibat langsung dalam proses evakuasi udara tetap disiagakan untuk mendukung tahapan lanjutan pencarian.
Sementara itu, SRU 1 dengan kekuatan 50 personel melanjutkan penyisiran di sekitar lokasi penemuan korban pertama di kawasan Lampeso. SRU 2 yang terdiri dari 28 personel melakukan penyisiran lanjutan di area ditemukannya bagian ekor pesawat.
SRU 3 bergerak dari posko utama menuju puncak dengan membawa peralatan vertical rescue, melibatkan 75 personel. Adapun SRU 4 menyisir area air terjun patahan 4 dan 5, lokasi ditemukannya bagian mesin pesawat, dengan kekuatan 40 personel.
Operasi SAR gabungan masih terus dilanjutkan dengan fokus utama pada evakuasi korban lainnya serta pencarian sisa bagian pesawat. Tim SAR menegaskan akan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel dalam setiap tahapan operasi, sembari menunggu perkembangan kondisi cuaca di wilayah pegunungan Maros–Pangkep.
![]()












