kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Targetkan Lereng Rumbia Jadi Pusat Ekonomi, Sekda Jeneponto Sebar 100.000 Bibit Kopi Arabika

Targetkan Lereng Rumbia Jadi Pusat Ekonomi, Sekda Jeneponto Sebar 100.000 Bibit Kopi Arabika
Sekda Jeneponto, Maskur, saat menyerahkan bantuan bibit kopi kepada Kepala Desa Tompobulu. (Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto, mengambil langkah maju yang signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Rumbia.

Langkah tersebut ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Jeneponto saat melepas bantuan 100.000 bibit kopi arabika berkualitas dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Tahun 2025.

Program ini dicanangkan sebagai langkah strategis untuk menjadikan kopi arabika sebagai komoditas unggulan dan mesin ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah pegunungan Rumbia.

Pelepasan bantuan secara simbolis ini dilakukan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Jeneponto, Maskur, yang mewakili Bupati H. Paris Yasir.

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Maskur menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat.

“Bantuan ini adalah bentuk dukungan nyata dalam meningkatkan produksi kopi arabika di Jeneponto, sekaligus mendorong kesejahteraan petani di kawasan Rumbia dan sekitarnya,” ujar Maskur. Senin (10/11).

Maskur merinci bahwa program bantuan bibit kopi arabika tahun ini memiliki cakupan yang luas dan strategis, dengan data penerima manfaat berjumlah 10 Kelompok tani.

Dari jumlah kelompok tersebut, Ia menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Jeneponto telah menyediakan 100.000 bibit kopi arabika berkualitas, dengan mencakup lahan seluas 100 hektare.

Rencananya kata Dia, bibit kopi ini difokuskan untuk ditanam di sentra-sentra kopi terbaik, meliputi Desa Pallantikang, Lebangmanai Utara, Kassi, Tompo Bulu, dan Bontotiro. Rata-rata, setiap kelompok tani di desa-desa tersebut mengelola 10 hektare lahan yang kini siap ditanami bibit unggul.

Maskur berharap pengembangan ini selaras dengan visi daerah menuju “Jeneponto Bahagia dan Sejahtera.”

Meskipun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada pendampingan berkelanjutan. Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan serta para penyuluh lapangan diminta tetap berperan aktif dalam memberikan edukasi dan monitoring intensif kepada para petani.

Acara pelepasan ini pun disambut antusias oleh para penyuluh dan perwakilan kelompok tani penerima manfaat, berharap kopi Jeneponto dapat segera diangkat derajatnya ke pasar yang lebih luas dan kompetitif.

error: Content is protected !!