kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Siang Terik, Sore Diguyur Hujan: BMKG Jelaskan Fenomena Transisi Musim di Makassar

Siang Terik, Sore Diguyur Hujan: BMKG Jelaskan Fenomena Transisi Musim di Makassar
ilustrasi (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Warga Makassar dalam beberapa hari terakhir merasakan kondisi cuaca ekstrem. Pada siang hari, suhu udara terasa sangat panas dan menyengat, namun menjelang sore langit mendadak gelap dan hujan mengguyur kota.

Fenomena ini menandai masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan pada Oktober 2025.

Perubahan musim ini ditandai dengan pergantian pola suhu dan curah hujan yang terjadi cukup signifikan. Pada siang hari, pemanasan matahari yang kuat menyebabkan udara terasa sangat gerah dan kering.

Namun, energi panas yang terakumulasi di atmosfer kemudian memicu pertumbuhan awan konvektif yang memunculkan hujan lebat di sore hari.

Menurut Forecaster on duty Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Makassar, Agusmin Hariansah, kondisi panas dan hujan di hari yang sama merupakan gejala yang umum terjadi di periode peralihan musim.

“kondisi cuaca buruk merupakan bagian dari masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan, yang ditandai dengan perubahan pola suhu dan curah hujan yang signifikan di bulan Oktober 2025,” ucap Agusmin, Senin (27/10/2025).

Sia menambahkan bahwa panas ekstrem yang dirasakan warga pada siang hari dipengaruhi dinamika atmosfer yang tengah berubah.

“Fenomena yang terjadi adalah suhu udara di siang hari terasa sangat panas, namun menjelang sore hari berubah menjadi hujan deras,” tuturnya.

Lebih jauh, BMKG menilai bahwa dinamika atmosfer saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh pergantian musim semata. Ada sejumlah faktor tambahan yang memperkuat cuaca panas ekstrem di siang hari sekaligus meningkatkan potensi hujan deras pada sore hingga malam hari

“Seringkali panas yang menyengat di siang hari ini dipicu oleh perubahan pola monsun Asia yang mulai aktif namun masih tertahan oleh sisa musim kemarau, diperkuat oleh kelembapan udara tinggi dan gelombang atmosfer,” pungkasnya.

Loading

error: Content is protected !!