KabarMakassar.com — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel) menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) ke wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Komitmen ini ditegaskan menyusul capaian Dinas Kesetaraan sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Terbaik dalam pelaksanaan Program Prioritas Pelayanan Kesehatan Bergerak yang diberikan pada momentum Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan ke-365 pekan lalu.
Program PKB menjadi satu dari sejumlah strategi Pemprov Sulsel untuk mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan memadai.
Layanan yang dibawa langsung ke masyarakat ini dinilai mampu meningkatkan deteksi dini penyakit dan mempercepat penanganan kesehatan dasar hingga layanan spesialis.
Pelayanan Kesehatan Bergerak ini dilakukan dengan mengirim tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, secara reguler ke daerah kepulauan yang sulit dijangkau.
Para tenaga kesehatan juga akan mendapatkan insentif sebagai bagian dari komitmen pemerataan layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Ishaq Iskandar menyampaikan apresiasi atas pengakuan terhadap kinerja jajarannya.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan di lapangan dengan dukungan pemerintah daerah,” ujarnya, Minggu (26/10).
Lebih lanjut dia menegaskan pihaknya tidak akan berhenti meningkatkan pemerataan layanan kesehatan untuk seluruh penduduk Sulsel.
“Kami akan terus memperkuat pelayanan kesehatan bergerak sebagai wujud komitmen menghadirkan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan,” sambungnya.
Penguatan program ini juga dianggap selaras dengan visi pembangunan Sulsel Maju dan Berkarakter, serta diharapkan memberi kontribusi strategis dalam menyiapkan masyarakat yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Dinas Kesehatan menargetkan pelaksanaan PKB ke lebih banyak kabupaten/kota pada tahun mendatang, termasuk memperbanyak layanan berbasis spesialis dan skrining kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas pembangunan kesehatan.













