kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Proyek Rp4,1 Triliun Bendungan Jenelata Dikebut, Progres Hampir 20 Persen

Proyek Rp4,1 Triliun Bendungan Jenelata Dikebut, Progres Hampir 20 Persen
Proyek Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa terus dikebut. Proyek strategis nasional (PSN) senilai Rp4,1 triliun itu kini telah mencapai hampir 20 persen progres fisik.

Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel memastikan proyek tersebut berjalan sesuai target dan tanpa hambatan hukum.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh penyelesaian proyek yang berada di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang tersebut. Ia menyebut proses pembebasan lahan tahap keempat ditargetkan rampung pada Februari 2026.

“Alhamdulillah hari ini kita berdiskusi bersama Bapak Gubernur, Kajati Sulsel, dan BBWS untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada agar tidak menghalangi proses pembangunan ini,” ujar Husniah Talenrang saat mendampingi kunjungan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Kajati Sulsel Agus Salim di lokasi proyek, Kecamatan Manuju, Selasa (21/10).

Ia menambahkan, pihaknya akan rutin turun lapangan setiap dua bulan untuk memantau perkembangan fisik bendungan.

“Insya Allah berkat arahan Pak Gubernur, kami akan rutin memantau dan turun lapangan per dua bulannya untuk melihat sejauh mana progres pembangunan ini berjalan,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menilai percepatan proyek Bendungan Jenelata berjalan baik. Dengan progres hampir menyentuh 20 persen, ia berharap akselerasi pekerjaan konstruksi terus ditingkatkan agar target penyelesaian pada 2028 bisa tercapai.

“Kami ingin akselerasi konstruksi berjalan lebih cepat lagi, karena proyek ini sangat penting sebagai investasi untuk petani dan masyarakat kita, sekaligus pengendali banjir serta penggerak ekonomi di bidang pertanian dan pariwisata,” ujar Andi Sudirman.

Ia juga meminta agar dilakukan rapat evaluasi rutin setiap dua bulan sekali di lokasi proyek untuk memastikan semua pihak bekerja sesuai rencana. “Saya bersama Bupati Gowa akan selalu ke sini, minimal dua bulan sekali untuk mengecek progresnya,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Kejaksaan Tinggi Sulsel. Kepala Kejati Sulsel, Agus Salim, menilai proyek yang telah ia kawal selama satu tahun enam bulan itu menunjukkan kemajuan signifikan. Ia menyebut sekitar Rp1 triliun dari total anggaran telah terserap di kawasan pembangunan.

“Sekarang, Alhamdulillah, progresnya luar biasa. Bahkan sudah hampir 20 persen. Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi juga investasi sosial yang akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Agus menambahkan, pendampingan kejaksaan selama ini berfokus pada penyelesaian masalah pembebasan lahan dan ganti rugi agar proyek tidak tersendat.

“Kalau masyarakat sejahtera, angka kriminal akan turun. Bendungan ini nantinya bisa mengairi 25.000 hektar sawah di empat kabupaten, menjadi cadangan air 226 juta meter kubik, serta membuka lapangan kerja dan potensi wisata baru,” pungkasnya.

Diketahui, Kunjungan lapangan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Gowa, termasuk Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, serta beberapa camat di wilayah sekitar proyek.

Bendungan Jenelata sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu menjadi sumber air baku, pengendali banjir, serta penggerak ekonomi baru di wilayah selatan Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa dan sekitarnya.

error: Content is protected !!