kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Geruduk Balai Kota, Pedagang Losari Minta Kepastian Nasib Pasca Penertiban

Geruduk Balai Kota, Pedagang Losari Minta Kepastian Nasib Pasca Penertiban
Pedangan Losari Lakukan Aksi di Balaikota Makassar, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Pantai Losari menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Balai Kota Makassar, Senin (13/10).

Mereka menuntut kejelasan nasib setelah penertiban yang membuat para pelaku usaha kecil kehilangan tempat berjualan.

Dengan membawa spanduk bertuliskan aspirasi mereka, para pedagang meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar segera memberikan solusi yang adil dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan wisata ikonik tersebut.

Aksi yang berlangsung damai itu dikawal aparat keamanan dan Satpol PP. Sejumlah pejabat Pemkot tampak menemui para pengunjuk rasa untuk mendengarkan langsung keluhan mereka.

Salah satu pedagang, Ani, mengaku gelisah karena hingga kini belum ada kejelasan mengenai lokasi baru yang dijanjikan oleh pemerintah.

“Kami hanya ingin kepastian. Karena memang beberapa sudah di tempatkan tapi sebagian belum ada tempatnya Setelah kami ditertibkan dari Losari, sampai sekarang tidak tahu harus berjualan di mana. Kami ini bukan mau melawan pemerintah, kami cuma ingin tetap bisa mencari nafkah dengan tenang,” ujar Ani di Balaikota Makassar.

Ani menambahkan bahwa banyak pedagang kecil kini kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari sejak tak lagi bisa berjualan di area Losari.

“Banyak di antara kami punya anak sekolah, ada juga yang masih menanggung cicilan. Kami berharap Wali Kota bisa turun tangan langsung memberikan solusi,” katanya.

Ani berharap Pemkot Makassar bisa merangkul semua pedangan, dengan menghadirkan memfasilitasi relokasi dengan tempat yang layak dan strategis agar usaha mereka bisa bertahan.

Mereka juga meminta adanya kebijakan khusus bagi pedagang UMKM Losari yang sudah lama berkontribusi terhadap geliat ekonomi wisata di Makassar.

Aksi tersebut menjadi bentuk keprihatinan sekaligus harapan agar pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan pedagang kecil yang menjadi bagian penting dari denyut ekonomi kota.

Loading

error: Content is protected !!