kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Polda Sulsel Selidiki Kematian Ojol yang Dikeroyok Massa saat Demo Makassar

Polda Sulsel Selidiki Kematian Ojol yang Dikeroyok Massa saat Demo Makassar
Ilustrasi pengemudi ojek online dikeroyok massa aksi unjuk rasa di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar (Dok : KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Selatan masih mendalami kasus kematian seorang pengemudi ojek online (ojol), Rusdiansyah alias Dandi (25), yang diduga tewas setelah dikeroyok massa aksi unjuk rasa di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Peristiwa itu terjadi saat aksi demonstrasi berlangsung pada Jumat (29/08) lalu di depan Kantor Gubernur Sulsel. Korban diduga menjadi sasaran amukan massa setelah dituduh sebagai intel yang menyusup ke dalam barisan demonstran.

“Masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Didik Supranoto, Rabu (03/09).

Selain itu, pihaknya juga masih mendalami dugaan penghasutan atau ajakan pada saat live Tiktok ketika aksi unjuk rasa yang berlangsung yang semulanya kondusif. Namun, berakhir dengan pembakaran.

“Masih dilakukan penyelidikan untuk ITEnya,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, korban insiden kerushan di Kota Makassar pada Jumat (29/08) kemarin bertembah, seorang ojek online bernama Rusdamdiansyah (25) dilaporkan meninggal dunia usai kritis karena dikeroyok oleh massa yang anarkis di Jalan Urip Sumoharjo,

“Iya betul yang bersangkutan meninggal, kita siapkan ambulans dari rumah duka ke pemakaman,” kata Plt Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar kepada wartawan, Sabtu (30/08).

Dalam informasi yang dihimpun, korban diduga dikeroyok oleh massa yang melakukan aksi hingga membakar objek vital di Kota Makassar, ia dituding sebagai intel di tengah kerusuhan tersebut.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kemenkes Makassar di Kawasan CPI, namun dilaporkan meninggal dunia.

“Dugaannya begitu (dikira intel), tapi yang jelas informasi yang kami terima yang bersangkutan dikeroyok oleh massa saat kerusuhan di (Jalan) Urip,” sebutnya.

Dengan demikian, aksi kerusuhan yang terjadi Jumat malam itu, mengakibatkan korban meninggal kini berjumlah 4 orang. Tiga lainnya adalah Staf DPRD Makassar Sarinawati (26), Staf Humas DPRD Makassar, Akbar Basri alias Abay (26) dan Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful (43).

“Yang tiga sebelumnya itu meninggal dalam insiden di DPRD Kota (Makassar),” terang Fadli.

error: Content is protected !!