kabarbursa.com
kabarbursa.com

1.500 SMA/SMK di Sulsel Siap Gelar E-Voting OSIS Serentak, Bawaslu Dukung Penuh

1.500 SMA/SMK di Sulsel Siap Gelar E-Voting OSIS Serentak, Bawaslu Dukung Penuh
Audiensi Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Andi Iqbal Najamuddin dengan Jajaran Bawaslu Sulsel, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Sebuah terobosan pendidikan politik tengah digagas di Sulawesi Selatan.

Sebanyak 1.500 SMA/SMK se-Sulsel direncanakan akan menggelar Pemilihan OSIS Serentak berbasis e-voting, sebuah langkah yang diproyeksikan melibatkan ratusan ribu siswa sekaligus menjadi laboratorium demokrasi digital bagi generasi muda.

Program ini dibahas dalam audiensi antara Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel pada Rabu (20/08).

Rombongan Bawaslu Sulsel dipimpin oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Saiful Jihad, bersama Kabag Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Zulkifli, serta sejumlah staf sekretariat. Mereka diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H. Andi Iqbal Najamuddin.

Andi Iqbal menegaskan, e-voting bukan sekadar metode baru, melainkan strategi pendidikan demokrasi yang lebih efektif.

“Jika dijalankan serentak, program ini akan melibatkan lebih dari 1.500 sekolah dengan partisipasi siswa yang bisa mencapai ratusan ribu orang. Kami berharap penyelenggara pemilu seperti Bawaslu ikut memberi masukan agar petunjuk teknisnya tepat sasaran,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, digitalisasi ini akan menghadirkan pemilihan yang lebih transparan, cepat, efisien, dan ramah lingkungan, karena tidak lagi mengandalkan surat suara berbasis kertas.

Saiful Jihad dari Bawaslu Sulsel menyambut gagasan tersebut dengan antusias. Menurutnya, program ini tidak hanya inovatif, tetapi juga berpotensi menjadi model nasional penerapan e-voting di level pendidikan.

“Pemilihan OSIS Serentak berbasis e-voting bisa menjadi bahan evaluasi penting bagi regulator dalam merumuskan kebijakan pemilu masa depan. Dari sekolah, siswa belajar bahwa demokrasi bukan hanya soal menang-kalah, tapi juga bagaimana perbedaan dihargai,” tegas Saiful.

Audiensi ditutup dengan kesepakatan awal penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Sulsel dan Dinas Pendidikan. MoU ini akan mengatur aspek teknis, kurikulum demokrasi, serta mekanisme pengawasan agar e-voting benar-benar memberi nilai tambah bagi siswa.

Jika berhasil, program ini tidak hanya menjadi milestone pendidikan politik di Sulsel, tetapi juga role model nasional dalam mengajarkan demokrasi sejak dini melalui transformasi digital di sekolah.

error: Content is protected !!