kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Komunitas Mahesty Bakal Garap Film Dokumenter Tentang Panrita Lopi di Bulukumba

Komunitas Mahesty Bakal Garap Film Dokumenter Tentang Panrita Lopi di Bulukumba
Pengambilan gambar dokumenter oleh Komunitas Mahesty (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Komunitas kebudayaan dari Makassar Heritage Society (Mahesty) akan melakukan pembuatan produksi film dokumenter terkait Panrita Lopi. Dimana kegiatan ini akan berfokus pada kegiatan yang dilakukan panrita dan pembuatan kapal pinisi.

Program ini, merupakan lanjutan dari agenda dokumentasi Maestro mengenai Panrita Lopi: Sang Penjaga Warisan Dunia yang merupakan hasil kelola dana abadi kebudayaan program layanan produksi media kategori dokumentasi karya atau pengetahuan Maestro atau OPK Rawan Punah.

Pengambilan gambar berlangsung sejak tanggal 1 hungga 7 Agustus 2025, dilakukan di beberapa lokasi dengan latar Desa Ara, Desa Bira dan Desa Tanah Beru. Pemeran utama dalam dilm dokumenter ini adalah para Panrita Lopi dan pelayar perahu tradisional.

Sutradara film, Husnul fatimah Iliyas mengatakan bahwa film ini dibuat bukan sekedar untuk mendokumentasikan aktivitas panrita dan proses pembuatan pinisi, namun menampilkan proses pengetahuan tradisional dengan segala perubahannya oleh tantangan zaman.

“Film ini tidak hanya memotret teknis pembuatan Pinisi secara tutorial saja, kami mencoba membuat film untuk konsumsi masyarakat luas terutama generasi Z,” kata Husnul dalam keterangan tertulis, Jumat (15/08).

Husnul juga mengatakan bahwa film ini sangat memperhatikan estetika dan alur cerita yang tidak monoton, serta mengedepankan pesan moral dan sosialnya.

Sementara itu, Asisten Sutradara, Indra mengaku sangat optimis dengan film dokumenter yang digarap timnya ini dapat menarik minat banyak kalangan, terutama remaja yang berada di Kabupaten Bulukumba.

“Melihat proses produksi dari gambar yang kami butuhkan telah rampung kami potret, bahkan banyak momentum yang kami rekam yang sangat menarik untuk dipertontonkan ke khlaayak. saya tidak sabar menyelesaikan produksi ini dan menayangkannya di banyak platform,” ujarnya.

Tahap selanjutnya dari kegiatan ini, kata indra adalah proses editing dan kurasi yang ditargetkan selesai 3 bulan kedepan sehingga dapat secepatnya ditayangkan.

“Banyak yang menanti karya dokumenter tentang warisan budaya dunia dari Bulukumba ini, sebagai bentuk inovasi untuk mengembangkan pengetahuan tradisional tentang pinisi dan juga menjaga nilai luhur dari kekayaan intelektual nenek moyang kita,” paparnya.

error: Content is protected !!