KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (23/07), di tengah kabar tercapainya perjanjian dagang antara Indonesia dan AS.
Mengacu data Refinitiv, rupiah menguat 0,12% ke posisi Rp16.285 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah sempat menguat ke level Rp16.260/US$ sebelum kembali melemah di akhir sesi.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 16.00 WITA tercatat naik tipis 0,06% ke level 97,44. Meski begitu, DXY masih berada dalam tekanan setelah mencatat penurunan tiga hari beruntun.
Penguatan rupiah hari ini sebagian besar ditopang oleh sentimen positif dari pengumuman Gedung Putih mengenai tercapainya Agreement on Reciprocal Trade atau Perjanjian Perdagangan Timbal Balik antara kedua negara.
Dalam kesepakatan tersebut, tarif AS atas barang-barang impor dari Indonesia akan ditetapkan sebesar 19%, lebih rendah dibanding ancaman tarif 30% yang sebelumnya sempat dikhawatirkan pasar.
Perjanjian ini dinilai sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan hubungan dagang RI-AS dan dinilai mampu meningkatkan arus perdagangan bilateral.
Tak hanya menurunkan kekhawatiran soal hambatan dagang, kesepakatan ini juga membuka peluang masuknya investasi asing ke Indonesia, terutama dalam jangka menengah.
Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati potensi volatilitas jangka pendek akibat ketidakpastian global dan arah kebijakan moneter The Fed yang belum sepenuhnya jelas.













