KabarMakassar.com — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel masih dalam penyelidikan pengungkapan pelaku penembakan pengacara bernama Rudi S Gani (48) di Kabupaten Bone, yang masih berkeliaran hingga saat ini.
“Kami masih terus bekerja, tim kami masih di sana, Insya Allah ya, kita segera mengungkap (pelakunya),” kata Dir Krimum Polda Sulsel, Kombes Pol Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono kepada wartawan, Rabu (09/07).
Setiadi mengaku, dalam proses penyelidikan kasus tersebut, pihaknya mengalami kendala yanh cukup berat. Disebabkan, lokasi penembakan tidak terdampak kamera pengawas.
“Kendala disana memang tidak ada CCTV, terus juga kita mengambil (sampel) seperti DNA yang tempat yang dia lalui. Ini kita tidak temukan waktu itu. Itu agak sulit, karena tempatnya terbuka,” ungkapnya.
Meski begitu, Setiadi mengaku pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Pihaknya juga telah mengambil keterangan sejumlah saksi-saksi.
“Kita tetap upaya, karena banyak sekali kluster-kluster di situ. Ini pentingnya memang orang-orang dalam kampung itu,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, kasus penembakan seorang pengacara bernama Rudi S Gani (48) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, belum juga terungkap setelah setengah tahun berlalu.
Diketahui, kasus penembakan ini bermula sejak awal tahun 2025, dimana korban yang sedang merayakan pergantian tahun bersama keluarga tewas ditembak orang tak dikenal.
Kemudian, sejak kejadian penembakan tersebut pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan, namun belum menemukan titik terang siapa pelaku penembakan tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono mengatakan pihaknya masih berupaya mengungkap pelaku dibalik penembakan yang menewaskan pengacara tersebut.
“Kita masih terus melakukan upaya-upaya pengungkapan,” kata Setiadi kepada wartawan, Rabu (02/07).
Setiadi mengaku bahwa tim penyelidik terus melakukan berbagai langkah untuk mengidentifikasi siapa dibalik aksi penembakan tersebut.
“Kita sudah membuat tim di sana, insyaallah kalau ada titik terang kita update terus,” ujarnya.
Dalam pengungkapan kasus ini, Setiadi mengaku bahwa salah satu kendala utama yaitu minimnya saksi dan barang bukti yang mengarah pada identitas pelaku.
Meski kasus ini tergolong telah lama, ia menegaskan pihaknya tidak akm menghentikan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
“Nanti kita update kalau ada (perkembangan),” tandasnya.













