kabarbursa.com
kabarbursa.com

ABK Kapal Sebut Tenggelamnya KM Asia Mulia Disebabkan Ditabrak Kapal Besi

ABK Kapal Sebut Tenggelamnya KM Asia Mulia Disebabkan Ditabrak Kapal Besi
Asrul (41), salah satu ABK selamat menceritakan detik-detik kejadian sebelum Kapal Motor (KM) Asia Mulia GT 41 tenggelam di perairan Kabupaten Jeneponto, Sulsel. (Ullah).

KabarMakassar.com — Salah satu korban selamat Anak Buah Kapal (ABK) bernama Asrul Sani (41), menceritakan detik-detik kejadian sebelum Kapal Motor (KM) Asia Mulia GT 41 tenggelam di perairan Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Menurut Warga Desa Tarasu, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone ini, insiden naas ini berlangsung, saat Kapal Motor (KM) Asia Mulia GT 41 dalam posisi mengapung dipermukaan laut sambil menunggu waktu pagi untuk bongkar muatan di Pelabuhan Bungeng.

Namun tragis, kapal yang ia tumpangi bersama delapan kru ABK disertai 57 ekor kerbau ini dihantam dari tengah.

“Mesin masih on karena kita menunggu pagi untuk bongkar muatan, tapi tiba-tiba ada kapal besar dari arah belakang menabrak lambung kapal hingga terbagi dua,” jelas Asrul saat ditemui di pelabuhan Bungeng pada Sabtu (21/6) kemarin.

Usai tabrakan berlangsung, Ia langsung naik ke rakit untuk menyelamatkan diri, setelah itu Asrul memanggil seluruh rekan-rekannya, namun yang muncul hanya empat orang saja. Selebihnya, tak ada respon.

“Ini kan pertama saya naik, baru ada ini anggota satu, baru panggil semua anggota yang tidak ada, sudah kumpul lima orang tapi masih ada tiga dipanggil namanya tapi tidak menyahut,” bebernya.

Pasca kejadian itu, Asrul bersama empat ABK lainnya sempat terombang-ambing selama empat jam sebelum diselamatkan oleh nelayan.

Lebih lanjut, Asrul mengungkapkan bahwa, kapal tangker menabraknya dari arah belakang belum bisa diidentifikasi karena kondisinya sangat gelap. Kecuali kata dia, hanya ada empat lampu dari samping kapal yang menyala. Meski begitu, ia tetap bersikukuh jika kapal yang menabraknya adalah jenis kapal besi.

“Saya tidak tahu kapal tanker atau kargo, warnanya pun tidak kelihatan, yang jelas kapal besi,” ujarnya.

Lebih mengherankannya lagi, suara sirine yang dibunyikan oleh kapal tersebut baru dibunyikan saat tabrakan berlangsung. Sehingga, kapal yang tumpangi tak bisa menghindar.

Akibat kejadian ini, kapal terbelah menjadi dua bagian. Mirisnya lagi, 3 kru ABK disertai 57 ekor kerbau milik para pedagang harus ikut tenggelam tanpa bekas apa pun.

Kendati demikian, Ia bersama empat kru lainnya merasa bersyukur bisa selamat dalam insiden naas tersebut. Diharapkan dengan kejadian ini, petugas Syahbandar dan Tim Basarnas gabungan segera menemukan ketiga korban yang sudah hilang selama tiga hari.

Disamping itu pula, ia juga berharap agar kejadian ini bisa diungkap oleh otoritas terkait agar pihak yang merugikan bisa mempertanggungjawabkan kejadian ini.

” Semoga rekan-rekan segera ditemukan dan petugas bisa mengetahui kapal yang menabrak kami agar bisa bertanggungjawab,” harap Asrul.

Sebelumnya, Kapal Motor (KM) Asia Mulia GT 41 dilaporkan tenggelam di perairan Bungeng, Desa Bungeng, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Sulesel pada Kamis 19 Juni 2025 kemarin.

Kapal motor bermuatan 8 anak buah Kapal (ABK) disertai 57 ekor kerbau ini dilaporkan tenggelam usai diduga ditabrak kapal besi jenis kargo.

Akibat insiden tersebut, 3 awak kapal dinyatakan hilang bersama 57 ekor kerbau. Sementara 5 penumpang lainnya selamat.

” 3 ABK masih dalam pencarian, sementara 5 lainnya sudah ditemukan oleh nelayan,” ucap salah satu petugas Syahbandar Pelabuhan Bungeng, Sabtu (21/6).

Dalam proses pencarian korban, Tim Basarnas Makassar telah mengerahkan satu unit kapal bantuan untuk mendukung pencarian dan juga melibatkan unsur TNI AL bersama Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantaeng-Jeneponto, Syahbandar dan relawan setempat.

Sekedar diketahui, KM Asia Mulia melakukan rute pelayaran dari Alor pada Senin 16 Juni 2025.

Kapal tersebut rencananya sandar di Pelabuhan Bungeng, Jeneponto, namun naas mengalami kecelakaan.

*Berikut data korban selamat:

– Ebit, asal Kajuara, Bone

– Asrul, asal Kajuara, Bone

– Pance, asal Alor, NTT

– Supri, asal Alor, NTT

– Harun, asal Alor, NTT

*Korban yang masih dalam pencarian:

– Supriadi (Kapten Kapal) asal Kajuara, Bone

– Asdar, asal Kajuara, Bone

– Aldi, asal Kajuara, Bone

Loading

error: Content is protected !!