KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulsel terus berupaya untuk memberikan akses kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, Gerakan Pangan Murah atau yang dikenal dengan GPM digelar kembali. Ini sekaligus untuk mengendalikan harga bahan pokok.
Berbagai kebutuhan pokok ditawarkan kepada masyarakat. Mulai dari bawang merah sampai dengan minyak, semua dihadirkan di GPM tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketapang Provinsi Sulsel, M Ilyas menyebut masyarakat amat antusias akan hadirnya GPM.
Terlebih, program ini memberikan harga yang cukup dibawah pasar. Sehingga meringankan sebagian besar masyarakat yang ada di Sulsel.
“Saya kira memang, GPM ini harus lebih diperbanyak, bukan hanya jumlah tapi juga frekuensinya,” ucap Ilyas pada Selasa (17/06).
“Untuk kegiatan ini, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar, kami juga sudah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota yang lain setiap pelaksanaan GPM,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebut jika, pemerintah kabupaten dan kota diharapkan dapat melaksanakan agenda tersebut dengan lebih rutin.
“Melalui kegiatan GPM, kami mencoba memotong rantai pasokanya. Penjual-penjual yang menjajakan dagangannya langsung mengambil dari petani, termasuk juga pangan olahan sehingga memang harga lebih murah karena rantai pasoknya diperkecil,” jelasnya.
Ia berharap dengan kegiatan GPM, para pedagang mampu menjaga kestabilan harga di pasaran dan juga ketersediaan sehingga semua masih terjangkau oleh masyarakat.
“Kami harap para pedagang di pasar juga bisa tetap menjaga kondisi harga di sana, sehingga masyarakat bisa menjangkau kebutuhannya, dengan harga yang diberikan,” tuturnya.
Berdasarkan data Dinas Ketapang Provinsi Sulsel, dari bulan Januari sampai dengan Mei 2025 tercatat GPM telah dilaksanakan sebanyak 282 kali.
Dengan rincian, dilakukan sebanyak 13 kali di provinsi, serta 269 kali di kabupaten dan kota. Untuk bulan Juni sendiri, telah digelar sebanyak 56 kali, 4 kali dilaksanakan di provinsi serta 52 kali oleh kabupaten dan kota.
Sebagai informasi, telur dibanderol dengan harga Rp50.000 /rak, bawang merah Rp30.000/kg, cabai kecil Rp18.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, beras dari Gapoktan Rp65.000/5kg, cabai besar Rp27.000/kg, beras segar dari kelompok Gapoktan dijual sebesar Rp 73.500/5kg, dan minyak Rosebrand Rp40.000 2 liter.













