Wakil Gubernur Sulsel, Agus AN ketika menerima Kepala Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan, Gufran Ali Ibrahim bersama rombongan di ruang kerja Wakil Gubernur, Jumat 21 April 2017.

Makassar– Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang berharap agar penggunaan bahasa dalam berbagai atribut baik pada lembaga pemerintahan maupun swasta, agar mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia dengan tetap melestarikan bahasa daerah.

Mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan itu mencontohkan penulisan nama jalan di Kota Makassar dimana pada bagian atas tertulis jelas nama jalan dengan menggunakan bahasa Indonesia, sementara dibagian bawah menggunakan bahasa daerah dengan tulisan Lontara.

Agus AN juga mengatakan bahwa penggunaan bahasa tertentu itu juga bertujuan untuk pembauran dalam masyarakat yang mayoritas menggunakan bahasa tertentu.

Baca Juga:  Apindo Ditantang Untuk Hadirkan Investor Ke Sulsel

Dia berharap agar instansi terkait untuk segera memproses usulan agar ada regulasi yang mengharuskan pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia di berbagai tempat di Sulawesi Selatan.

Hal ini disampaikan Agus AN ketika menerima Kepala Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan, Gufran Ali Ibrahim bersama rombongan di ruang kerja Wakil Gubernur, Jumat 21 April 2017.

Kedatangan Gufran menemui Agus AN, bertujuan untuk mensosialisasikan dalam rangka penghargaan Adibahasa 2018 yang berlangsung penilainnya sekali dalam empat tahun.

Gufran menjelaskan bahwa ada empat variabel penilaian penghargaan Adibahasa, yaitu penggunaan bahasa di media luar ruang, penggunaan bahasa Indonesia dalam dokumen resmi pemerintah, kebijakan kebahasaan dan kesastraan.

Baca Juga:  Serangkaian Kegiatan Disdik Sulsel Jelang Hardiknas 2017

Menurutnya, keempat variabel itu akan dinilai lebih rinci ke objek penilaian seperti penggunaan bahasa pada papan nama lembaga pemerintah dan swasta, naskah dinas, peraturan perundangan undangan daerah, kegiatan swadaya pemerintah, dan lainnya.

Penulis: Asrul
Editor: Fritz Wongkar

LEAVE A REPLY