Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa STIKes Mega Rezky. [Foto: Hadrianti Lasari]

Makassar– Program studi (Prodi) DIII dan S1 Farmasi STIKes Mega Rezky Makassar telah melakukan kegiatan penyuluhan dan bakti sosial terkait obat tradisional dan tata cara pengobatan diri sendiri (swamedikasi). Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang melibatkan 30 mahasiswa dan lima dosen tersebut berlangsung selama dua hari di Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba terhitung sejak 31 Maret 2017 lalu.

Ketua Prodi DIII Farmasi, A Suparlan Isya Syamsu di sela-sela penyuluhan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan informasi tentang pemanfaatan obat tradisional dan harapannya masyarakat mampu melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi.

Baca Juga:  Mahasiswa Lakukan Pengembangan Survei Daerah di Sulsel

Tidak hanya itu, Suparlan menambahkan, kegiatan dilakukan guna membagi pengetahuan kepada masyarakat mengenai informasi obat terkait aturan pakai, efek samping, kontra indikasi, interaksi obat dan penggunaan obat, agar masyarakat di desa pun melek informasi terkait obat-obatan.

“Kami bersyukur, kedatangan kami di Desa Kindang mendapatkan respon positif dari masyarakat dan mereka terlihat antusias dengan kehadiran kami,” tambahnya.

Selain itu, kedua Prodi Farmasi melakukan analisis kesehatan pada masyarakat di desa tersebut. Hasilnya mereka menemukan masyarakat Desa Kindang memiliki kadar asam urat yang tinggi. Temuan ini, lebih lanjut akan dibawa ke kampus agar menjadi diskursus dan dapat dikembangkan menjadi penelitian bagi civitas akademika di kedua Prodi tersebut.

Baca Juga:  ALFI: Pelindo IV Abaikan Imbauan Menteri Perhubungan

Penulis : Hadriantilasari
Editor : Marwah

LEAVE A REPLY