KabarMakassar.com — Pjs Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, mengungkapkan keprihatinannya terhadap menurunnya daya beli masyarakat meskipun inflasi di Kota Makassar tergolong stabil.
Menurutnya, hal ini terjadi karena intervensi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat masih rendah. Dalam rapat koordinasi (Rakor) lingkup Pemerintah Kota Makassar yang berlangsung di ruang Sipakatau pada Senin (14/10) kemarin, Andi Arwin menekankan pentingnya langkah-langkah konkret untuk meningkatkan perekonomian.
Andi Arwin meminta percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar digunakan untuk menstimulasi kebutuhan masyarakat.
“APBD harus segera diserap dan digunakan untuk menstimulus kebutuhan masyarakat, sehingga dapat memperkuat daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Andi Arwin.
Dalam rakor tersebut, Andi Arwin juga mengingatkan pentingnya tiga program prioritas yang harus menjadi fokus dalam dua bulan ke depan, yaitu penanganan inflasi, stunting, dan menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia meminta para asisten dan staf ahli untuk memastikan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada di bawah koordinasi mereka menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
Untuk mengatasi penurunan daya beli, Andi Arwin mendorong pelaksanaan program pasar pangan murah sebagai upaya meredam dampak inflasi dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Meskipun inflasi rendah, hasil peninjauan menunjukkan daya beli masyarakat menurun, maka pasar pangan murah menjadi solusi yang perlu segera diimplementasikan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan perlunya laporan progres dari masing-masing OPD terkait kendala yang dihadapi serta program yang bisa segera dilaksanakan untuk mempercepat perbaikan ekonomi. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan daya beli masyarakat dapat kembali meningkat dan pertumbuhan ekonomi Makassar lebih baik di sisa tahun ini.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar akan kembali menggelar pasar pangan murah sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa-Rabu (15-16/10) di 12 kecamatan, dengan tujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok yang cenderung mengalami kenaikan.
Diketahui, Inflasi di Makassar mencapai 5,14 persen pada September 2024 (year on year/yoy), lebih tinggi dari inflasi nasional yang berada di 1,84 persen.
Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Makassar yang dikutip Minggu (13/10) Indeks Harga Konsumen (IHK) kota tercatat sebesar 105,82. Meskipun inflasi tercatat lebih tinggi dibanding nasional, DKP Kota Makassar menyatakan kondisi inflasi masih terkendali dengan baik.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKP Kota Makassar, Alamsyah Sahabuddin, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga, salah satunya melalui program pasar pangan murah.
“Inflasi di Makassar masih stabil dalam tiga bulan terakhir, dan ini menunjukkan harga-harga dapat dikendalikan dengan baik berkat berbagai program yang dilaksanakan oleh Pemkot,” ujar Alamsyah.
Lebih lanuut, Alamsyah mengaku pihaknya gencar melakukan program pasar pangan murah sebagai bentuk komitmennya menjaga inflasi. Selama tahun 2024, DKP Kota Makassar telah menyelenggarakan pasar pangan murah sebanyak 32 kali di 15 kecamatan.
Kegiatan ini menyediakan berbagai bahan pangan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, cabai, bawang, telur, daging ayam, dan daging sapi dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang tidak memberatkan.
“Pasar pangan murah ini adalah langkah konkret dari Pemkot untuk menstabilkan harga pangan dan mengurangi beban ekonomi masyarakat,” tambah Alamsyah.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan pasar murah pekan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus menjaga inflasi tetap terkendali.
Terpisah, sebelumnya Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Makassar, Andi Arwin Aziz, menegaskan pentingnya upaya mempertahankan kestabilan inflasi yang telah dicapai sejauh ini.
Dalam rapat kordinasi yang dilaksanakan pekan lalu, Ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk terus berkolaborasi dalam menjaga kestabilan harga, terutama menjelang akhir tahun.
“Inflasi di Makassar cukup terjaga, dan tantangan kita saat ini adalah mempertahankan kondisi ini. Saya meminta seluruh OPD terkait terus mendukung program pengendalian inflasi ini,” Singkat Andi Arwin.
Pelaksanaan pasar pangan murah pekan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan inflasi, terutama pada komoditas pangan yang memiliki peran signifikan dalam mendorong kenaikan harga.
DKP Kota Makassar optimistis kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya dari segi kestabilan harga tetapi juga dalam meningkatkan aksesibilitas pangan.
Dengan langkah-langkah strategis yang terus dilakukan, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus menjaga kestabilan harga dan mendorong kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis.