KabarMakassar.com — Sebanyak 15.683 jemaah dari 8 provinisi akan diberangkatkan melalui embarkasi UPG-Makassar dalam 41 kelompok terbang (kloter) pada musim haji 1446 H / 2025 M.
Untuk memberangkatkan jemaah haji sebanyak itu, dibutuhkan persiapan yang matang, baik dari sisi teknis pelaksanaan, maupun kelengkapan administrasi jemaah haji, seperti visa haji yang sesegara mungkin dituntaskan.
Mengantisipasi hal tersebut, Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) berinisiatif menggelar rapat koordinasi yang secara khusus membahas tentang pembagian dan penetapan kloter embarkasi UPG-Makassar.
Rapat yang digelar secara virtual (daring) ini, diikuti oleh seluruh Kepala Bidang PHU se-Embarkasi UPG-Makassar dari 8 provinsi, serta Kepala UPT Asrama Haji Makassar.
Kakanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid mengatakan rapat koordinasi yang diinisiasi oleh Kabid PHU H. Ikbla Ismail ini sebagai keputusan cerdas untuk mengantisipasi segala hal teknis, dimana penyusunan kloter adalah merupakan dasar atau rujukan dalam pengurusan visa.
“Saya mengapresiasi inisiatif dari Kabid PHU, karena sampai saat ini Dirjen PHU Kemenag RI belum mengundang kita untuk penyusunan kloter, sementara pada tanggal 18 nanti pusat akan menerima pengajuan penyusunan visa, sehingga memang penting bagi kita semua untuk melakukan percepatan pembagian kloter untuk embarkasi Makassar,” ungkap Ali Yafid, Jumat (14/02).
Lanjut disampaikan, bahwa pada musim haji tahun ini, jemaah haji Embarkasi Makassar akan meggunakan pesawat Boing 777 dengan kapasitas 393 jemaah.
“Dengan Boing triple seven ini, berarti jemaah haji embarkasi Makassar akan diterbangkan dalam 41 kloter, dimana 40 kloter merupakan kloter utuh dan 1 kloter adalah gabungan dari embarkasi lain,” sambungnya.
Ali Yafid berharap, dengan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang baik dari seluruh provinsi yang tergabung di embarkasi Makassar, pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.
Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Ikbal Ismail menyebut bahwa penyusunan kloter ini selain untuk mengantisipasi pengajuan visa pada tanggal 18 Februari, juga untuk mengakomodir saran dan masukan para Kabid PHU dari 8 provinsi mengenai pembagian kloter.
“Kami sudah membuat konsep penyusunan kloter untuk kita diskusikan bersama. Silahkan teman-teman dari provinsi lain memilih duluan. Namun tolong diperhatikan kesanggupan dari layanan akomadasi di Asrama haji termasuk jemaah transit dari embarkasi antra yaitu Gorontalo dan Maluku,” ucapnya.
Penyusunan Kloter ini berlangsung sedikit alot, terutama keinginan beberapa provinsi untuk diberangkatkan pada gelombang kedua, seperti Papua, Papua Barat, dan Sulawesi Tenggara, dengan pertimbangan, efisiensi anggaran dan waktu.
Setelah rapat berlangsung selama 2 jam lebih, akhirnya penyusunan kloter disepakati, dan hasilnya akan dibawa ke Jakarta dalam waktu dekat ini untuk dibahas di Ditjen PHU Kemenag RI.
Diketahui 8 provinsi yang tergabung dalam Embarkasi Makassar, yaitu Sulawesi Selatan dengan 7272 jemaah, Sulawesi Barat 1453 jemaah, Sulawesi Teggara 2019 jemaah, Gorontalo 978 jemaah, Maluku 1086 jemaah, Maluku Utara 1076 jemaah, Papua 1076 jemaah dan Papua Barat 723 jemaah.