kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Jelang Ramadan, Pemkot Makassar Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok!

Jelang Ramadan, Pemkot Makassar Pastikan Stabilitas Harga Bahan Pokok!
Pj Sekretaris Daerah Kota Makassar, Irwan Rusfiady Adnan (dok kabarMakassar)
banner 468x60

KabarMakassar.com — Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berupaya memastikan stabilitas harga bahan pokok agar masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Makassar, Irwan Adnan, mengungkapkan bahwa tim pengendalian inflasi telah bekerja intensif dalam sepekan terakhir.

Pemprov Sulsel

“Tim inflasi sudah berjalan hampir seminggu, dan kami sudah beberapa kali melakukan rapat langsung dengan pemerintah pusat. Dalam waktu dekat, kami juga akan meninjau langsung kondisi di lapangan untuk memastikan langkah-langkah pengendalian harga berjalan efektif,” ujar Irwan Adnan.

Pemkot Makassar berkomitmen untuk menekan potensi lonjakan harga jelang Ramadan dengan berbagai strategi, termasuk koordinasi dengan distributor, operasi pasar, serta pemantauan stok bahan pangan. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang stabil.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Upaya pengendalian harga akan terus diperkuat agar Ramadan dapat dijalani dengan tenang dan nyaman oleh seluruh warga Makassar.

Sebelumnya diberitakan, Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Makassar mulai merangkak naik menjelang bulan Ramadan.

Sejumlah komoditas pangan mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, sementara beberapa lainnya masih stabil atau justru turun tipis.

Kenaikan harga ini mulai dirasakan oleh pedagang dan pembeli dalam beberapa hari terakhir, terutama untuk komoditas sayuran dan cabai.

Di Pasar Pabaeng-baeng, kenaikan harga terlihat pada telur ayam broiler yang kini dijual Rp31 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp28 ribu per kilogram.

Cabai merah besar juga mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi, naik Rp10 ribu dari Rp22 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga beras justru tak mengalami perubahan harga. Beras medium kini ditawarkan seharga Rp10 ribu per kilogram, dan beras premium dijual Rp15 ribu per kilogram.

Minyak goreng curah maupun kemasan terpantau stabil di angka Rp17 ribu per liter dan Rp20 ribu per liter.

Di Pasar Tradisional Terong, dua pekan memasuki bulan Ramadan, sejumlah harga pangan mengalami kenaikan.

Lisa salah satu pembeli menyebut saat ini Harga kacang panjang dan buncis cukup mrngalami kenaikan. Sekarang, kacang panjang menyentuh Rp70 ribu per ikat, padahal sebelumnya hanya Rp35 ribu per ikat.

Buncis mencapai harga Rp20 ribu per kilogram, alami kenaikan Rp13 ribu.

“Kacang panjang dari Rp 35 ribu per ikat, sekarang Rp70 ribu per ikat. Buncis dari Rp7 ribu sekarang Rp20 ribu per kilogram. Kenaikannya sejak dua hari lalu,” katanya, Selasa (18/02)

Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam broiler, yang kini dijual Rp48 ribu per rak, naik dari sebelumnya Rp45 ribu per rak.

Sementara itu, cabai rawit merah mengalami kenaikan Rp5 ribu, dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram.

Untuk cabai merah besar tak mengalami perubahan, kini ditawarkan Rp30 ribu per kilogram, dan cabai merah keriting seharga Rp35 ribu per kilogram.

Berbeda dengan beberapa bahan pokok lainnya, harga beras premium dan medium juga terpantau masih stabil di angka Rp15 ribu per kilogram dan Rp13 ribu per kilogram.

Diketahui, beberapa komoditas memang sempat mengalami keniakn tinggi imbas pasca libur panjang Natal dan Tahun Baru 2024-2025, ditambah adanya beberapa hari besar keagamaan lainnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Konsumen Dinas Perdagangan Makassar, Wahyuddin Ali Achmad, membenarkan adanya lonjakan harga pada sejumlah komoditas, termasuk cabai rawit, ayam, dan telur.

“Tim kami sudah turun ke lapangan dan menemukan kenaikan harga ini. Untuk cabai rawit, biasanya harga normal sekitar Rp25 ribu per kilogram, tapi sekarang ada yang mencapai Rp60 ribu. Namun, ini diperkirakan hanya sementara dan akan terkoreksi dalam waktu dekat,” ujarnya, Selasa (07/01) kemarin.

Menurut Wahyuddin, kenaikan harga cabai rawit merupakan tren tahunan yang sering terjadi usai momen libur panjang, seperti Nataru.

“Kami akan terus memantau perkembangan harga, terutama menjelang Idul Fitri nanti. Saat ini belum diperlukan intervensi, tetapi kami tetap berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk memastikan stok aman,” tambahnya.

harvardsciencereview.com
https://inuki.co.id