kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

DWP Sulsel Ungkap Strategi Tekan Angka Stunting, Libatkan PKK dan Rumah Gizi

DWP Sulsel Ungkap Strategi Tekan Angka Stunting, Libatkan PKK dan Rumah Gizi
Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Selatan, Melani Simon Jufri di Kantor Gubernur Sulsel (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Melani Simon Jufri membeberkan langkah DWP Sulsel dalam mengatasi stunting.

“Jadi program kita itu disetiap unit OPD DWP memiliki anak stunting satu minimal,” tukasnya di Musyawarah Daerah V DWP Sulsel pada Jumat (16/05).

Ia mengungkapkan jika pihak DWP Sulsel bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk mendapatkan data anak stunting yang berada di dekat kantor OPD masing-masing.

Melani menyampaikan, pada program yang berjalan hampir satu bulan tersebut sudah ada sekitar 20 anak stunting.

“Kita masih mengumpulkan data dulu, data kita sudah dapatkan dari dinas kesehatan, insya Allah bulan depan kita sudah masuk intervensi bekerja sama dengan PKK,” paparnya.

Lebih jauh, ia mengatakan, jika intervensi yang dilakukan oleh DWP Sulsel dengan menggandeng PKK dan rumah gizi.

“Jadi anak stunting rencananya kita bawa ke rumah gizi dan di rumah gizi itulah bukan hanya diberikan makanan bergizi tapi juga di edukasi,” imbuhnya.

“Orang tuanya di edukasi bagaimana memasak makanan bergizi, bagaimana mengolah makanan supaya sehat, dan pola asuh diajarkan,” sambungnya.

Ia juga menyoroti agar pemberian makanan seperti susu dan telur untuk pencegahan stunting kepada anak harus tepat sasaran.

Sementara itu, Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina menyebut dari 23 OPD di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel telah ada 20 OPD data anak stunting.

Disampaikan, program tersebut juga akan terus dikoordinasikan dengan tim percepatan penanganan stunting di Provinsi Sulsel.

Selain permasalahan stunting, Dewan Penasihat DWP Sulsel tersebut turut memberikan tanggapan terkait pengembangan UMKM yang bisa dimulai dari para istri ASN.

“Membentuk wirausaha baru mulai dari rumah. Tapi tetap didampingi dengan mungkin dari pihak terkait, misalnya PKK, dari Dharma Wanita untuk administrasinya,” imbuhnya.

Dengan legalitas yang ada, nantinya UMKM akan dibantu dengan pemasaran dan kemasannya.

“UPT kemasan Sulsel sudah ada di infokan ke 24 kabupaten kota. Untuk bantuan kemasan gratis ke UMKM,” pungkasnya.

Loading

error: Content is protected !!