KabarMakassar.com — Sebanyak 393 jamaah haji kloter pertama Embarkasi Haji Makassar akhirnya tiba di Indonesia, Kamis (28/07).
Para jamaah berangkat dari Bandara Internasional Jeddah, Arab Saudi pada Rabu, 27 Juli 2022 dan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis 28 Juli 2022 pukul 17:35 WITA.
Dari pantauan reporter, para jamaah haji langsung menuju Asrama Haji Sudiang menggunakan bus dan disambut oleh para keluarga yang telah menanti.
Kepala Bidang Penyelanggara Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Iqbal Ismail menyebut sebanyak 393 jamaah kloter pertama tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar yang merupakan jamaah haji asal Kota Makassar, Pare-Pare dan Kabupaten Soppeng.
Selanjutnya, para jamaah bakal mengikuti rangkaian tes antigen Covid-19 sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
"Sebanyak 393 jamaah haji kloter pertama Embarkasi Haji Makassar inshaAllah tiba di Bandara Sultan Hasanuddin dan tiba di depan Marhama untuk pemeriksaan antigen," ungkapnya.
Adapun kata Iqbal apabila terdapat jamaah haji yang dinyatakan positif Covid-19 dan akan pulang melalui jalur darat maka akan dipulangkan menggunakan ambulans dan protokol kesehatan ketat.
Sementara itu, jamaah yang positif Covid-19 dan akan pulang menggunakan jalur udara maka harus melakukan karantina di asrama haji terlebih dahulu hingga negatif Covid-19.
"Kalau jamaah haji itu positif dan mau pulang menggunakan jalur darat maka kita pulangkan dengan ambulans dan protokol kesehatan yang ketat, namun apabila akan pulang dengan jalur udara maka harus kita karantina terlebih dahulu selama lima hari hingga hasilnya negatif," jelasnya.
Sementara itu, salah satu jamaah haji asal Kota Parepare yang baru saja tiba, Budianto mengucapkan syukur dapat kembali menginjakkan kaki di tanah air.
Ia mengungkap pengalaman selama mengikuti rangkaian haji di Mekah sangat menyenangkan.
"Betul-betul kita diperhatikan oleh pemerintah, dari pelayanannya, tinggal disananya, perhatian dan penyambutannya disana sangat diatur melebihi haji plus dan sangat menyenangkan," ungkapnya.
Pria yang menunggu kurang lebih 11 tahun untuk berangkat haji tersebut berharap kedepannya dapat kembali menginjakkan kaki ke tanah suci untuk menunaikan kewajiban dan kebutuhan rohani.
"InshaAllah kalau ada rejeki karena itu adalah kebutuhan rohani dan kebutuhan jiwa kita," pungkasnya.













