Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto saat berbicara pada Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah dan Knowledge Sharing Keberhasilan Kota Makassar di Grand Clarion Hotel & Convention, Kamis, 20 April 2017. [Foto: Humas Pemkot Makassar]

Makassar– Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengemukakan kiat keberhasilan pembangunan di Makassar yang disampaikannya saat berbicara pada Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah dan Knowledge Sharing Keberhasilan Kota Makassar di Grand Clarion Hotel & Convention, Kamis, 20 April 2017.

Jika dibandingkan oleh pemerintahan lain yang ingin membangun bangunan tinggi menggunakan anggaran negara, Danny justru memilih membangun sistem menata suprastruktur pemerintahannya dalam menjawab persoalan masyarakat. Seluruh kebijakan dan program yang dicetuskannya tak jauh dari harapan meningkatkan kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat.

Fokus utama pun berada di lorong-lorong yang selama ini terkesan jauh dari sentuhan kebijakan pemerintah. Danny mengibaratkan lorong sebagai sel kota.

Baca Juga:  Agenda Pemkot Makassar 25 April 2017

“Jika lorong dibenahi maka hampir seluruh persoalan kota teratasi,” kata Danny.

Menurut pengamatannya, persoalan sosial, kesehatan, keamanan, pendidikan, dan moral banyak mengjangkiti masyarakat lorong. Menyentuh mereka dengan program dan kebijakan yang tepat akan melahirkan lorong Makassar dalam rupa yang lebih humanis.

“Program lorong garden, dottoro ta, telemedicine, singarana lorong ta, BULo, sentuh hati, dan Tangkasaki adalah upaya pemerintah kota membangun kesadaran sosial sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat lorong,” beber Danny.

Perlahan namun pasti, budaya kerja bakti kembali hidup di warga Makassar. Di tangan Wali Kota Danny, APBD Makassar yang jumlahnya kalah bersaing dengan kota megapolitan lainnya di Indonesia, mampu menciptakan Makassar yang berdaya saing.

Baca Juga:  Serangkaian Kegiatan Disdik Sulsel Jelang Hardiknas 2017

Sejumlah prestasi dan penghargaan baik dari dalam dan luar negeri berhasil diraih Makassar. Seluruhnya menjadi penanda pemerintahan yang dijalankan Danny bersama aparaturnya telah berada di jalur yang tepat.

“Keberadaan birokrasi untuk menjawab semua persoalan masyarakat. Negara mempercayakan pengelolaan keuangan kepada pemerintah kota. Hal itu harus dijawab dengan pembelanjaan yang tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan masyarakat,” kunci Danny.(*)

Editor : Marwah

LEAVE A REPLY