kabarbursa.com
kabarbursa.com

Pinjaman Daring di Sulsel Meningkat Pesat, Capai Rp1,73 Triliun

Pinjaman Daring di Sulsel Meningkat Pesat, Capai Rp1,73 Triliun
Ilustrasi pinjaman online (Dok : Int).
banner 468x60

KabarMakassar.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa total pinjaman masyarakat melalui layanan pinjaman daring atau Fintech Peer to Peer (P2P) Lending di Sulawesi Selatan mencapai Rp1,73 triliun hingga November 2024.

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemprov Sulsel

Kepala Kantor OJK Sulawesi Selatan, Darwisman, mengungkapkan bahwa pertumbuhan outstanding pinjaman di sektor ini mencapai 49,04 persen secara tahunan (year on year).

Pada November 2023, total pinjaman tercatat sebesar Rp1,161 triliun, sedangkan di periode yang sama tahun 2024 meningkat menjadi Rp1,73 triliun.

“Pertumbuhan ini juga terlihat dalam tren jangka panjang. Sejak 2021, jumlah outstanding pinjaman terus meningkat dari Rp617 miliar, naik menjadi Rp1,01 triliun pada 2022, lalu mencapai Rp1,182 triliun pada 2023,” katanya, Rabu (26/02).

Tidak hanya jumlah pinjaman, peningkatan juga terlihat dari jumlah rekening penerima pinjaman aktif. Pada 2021, layanan Pindar telah menyalurkan dana ke 212.571 rekening, yang kemudian naik menjadi 389.568 rekening di 2022.

Hingga November 2024, jumlah penerima pinjaman meningkat 38,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai 526.982 rekening dari sebelumnya 379.599 rekening.

Tingkat wanprestasi atau non-performing loan (NPL) di sektor ini pun tetap terkendali, tercatat sebesar 1,57 persen.

Selain Fintech P2P Lending, sektor pembiayaan lainnya di Sulsel juga menunjukkan kinerja positif.

Total piutang pembiayaan pada perusahaan pembiayaan hingga November 2024 meningkat 9,71 persen, dari Rp17,27 triliun pada 2023 menjadi Rp18,95 triliun.

“Sementara itu, perusahaan pergadaian mencatat pertumbuhan pinjaman sebesar 27,78 persen, naik dari Rp5,84 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp7,47 triliun di 2024,” tutupnya.

Namun, di sisi lain, sektor modal ventura masih menghadapi tantangan. Total pembiayaan di sektor ini mengalami kontraksi sebesar -2,48 persen, menunjukkan bahwa masih ada faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan industri ini.

harvardsciencereview.com
https://inuki.co.id