kabarbursa.com
kabarbursa.com

IHSG Kembali Merosot di Awal Perdagangan, Anjlok Ke Level 6.403

IHSG Kembali Merosot di Awal Perdagangan, Anjlok Ke Level 6.403
Ilustrasi saham (Dok : Int).
banner 468x60

KabarMakassar.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dalam zona merah pada perdagangan Jumat (28/02).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG anjlok 82 poin atau turun 1,26% ke level 6.403,91 pada sesi awal. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran 6.383 hingga 6.485.

Pemprov Sulsel

Pelemahan IHSG ini melanjutkan tren negatif setelah pada penutupan Kamis (27/02), indeks sudah merosot 1,83% atau 120,73 poin ke level 6.485,45. Sejak awal tahun 2025, IHSG tercatat sudah kehilangan 8,4% nilainya, mencerminkan tekanan pasar yang terus berlanjut.

Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big caps) turut terseret dalam pelemahan IHSG. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 4,41% ke Rp3.470 per lembar.

Tak hanya BBRI, bank besar lainnya juga mengalami koreksi signifikan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,59% ke Rp8.475, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melemah 0,86% ke Rp4.620, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terkoreksi 2,54% ke Rp4.230, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) merosot 3,8% ke Rp2.530 per saham.

Sejumlah analis memperkirakan IHSG masih berada dalam tekanan dan berpotensi melanjutkan tren penurunan.

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menilai secara teknikal IHSG telah menembus support krusial di 6.500, dengan pola candlestick black marubozu yang mengonfirmasi potensi tren bearish.

“Pelemahan lanjutan ke level psikologis 6.400 perlu diwaspadai, terutama dengan pelebaran negative slope pada indikator MACD,” ujar Valdy, dalam risetnya Jumat (28/02)

Ia juga mencermati adanya indikasi pengetatan likuiditas di sektor perbankan. Beberapa bank dilaporkan mencatat Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mendekati atau bahkan melampaui batas aman yang ditetapkan Bank Indonesia.

Meskipun pertumbuhan kredit masih berada di level dua digit, yakni 10,27% pada Januari, suku bunga tinggi terus menekan margin bunga bersih bank-bank besar.

Selain faktor domestik, pasar juga terpengaruh oleh perkembangan global. Kebijakan tarif perdagangan yang ditegaskan oleh Donald Trump serta pelemahan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menambah tekanan pada investor.

Kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global semakin mendorong aksi jual di bursa saham Tanah Air.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, juga memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi setelah menembus level support 6.500.

“Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji rentang support berikutnya di 6.269-6.399,” ujarnya.

MNC Sekuritas memperkirakan support IHSG berada di 6.436 dan 6.388, sementara resistance-nya di 6.639 dan 6.769. Beberapa saham yang menjadi rekomendasi untuk perdagangan hari ini antara lain BUMI, SSIA, TKIM, dan TLKM.

Berikut rekomendasi saham hari ini yang dirangkum dari sejumlah broker.

BRI Danareksa Sekuritas

  • AKRA
  • PTRO

BNI Sekuritas

  • BRMS
  • BBCA
  • ELSA
  • BRIS
  • ANTM
  • RATU

Phillip Sekuritas

  • PTRO
  • EMTK

MNC Sekuritas

  • BUMI
  • SSIA
  • TKIM
  • TLKM

CGS International Sekuritas

  • AKRA
  • CLEO
  • PTRO
  • INCO
  • PTBA
  • BRMS

Phintraco Sekuritas

  • EMTK
  • CTRA
  • ADMR
  • ACES
  • CLEO

Panin Sekuritas

  • DKFT
  • AMMN
  • ASII
  • SRTG

RHB Sekuritas

  • GOTO
  • PTRO
  • ADMR
  • AKRA

Samuel Sekuritas

  • ASII
  • AKRA
  • ANTM
  • INCO
  • PTRO
  • UNTR

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu

harvardsciencereview.com
https://inuki.co.id