KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (26/02) pukul 09.00 WIB dibuka di level 6.587,08, tidak mengalami perubahan dari penutupan sebelumnya.
Namun, tak lama setelah perdagangan dimulai, IHSG bergerak ke zona hijau. Pergerakan indeks sempat menyentuh kisaran 6.627 hingga 6.652.
Berdasarkan data RTI Infokom, terdapat 198 saham yang menguat, 100 saham mengalami penurunan, dan 196 saham tetap stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp11.521 triliun.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling aktif diperdagangkan, dengan nilai transaksi mencapai Rp89,3 miliar.
Saham ini juga mengalami kenaikan sebesar 0,28% ke harga Rp8.850 per lembar. Selain itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga terpantau aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp54,9 miliar. Saham BMRI mengalami kenaikan 0,41% dan berada di level Rp4.890 saat pembukaan.
Pada perdagangan hari sebelumnya, Selasa (25/02) IHSG ditutup melemah ke posisi 6.587,08, turun sebesar 2,41% atau 162,51 poin.
Sepanjang hari, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.772,65 sebelum akhirnya terkoreksi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 135 saham menguat, 512 saham melemah, dan 308 saham stagnan, dengan kapitalisasi pasar yang tercatat sebesar Rp11.400 triliun.
Tim Analis MNC Sekuritas memprediksi IHSG masih berada dalam fase wave B dari wave (Y) pada skenario hitam. Mereka memperkirakan indeks memiliki peluang menguat kembali hingga mencapai rentang 6.908–7.148.
IHSG diperkirakan akan bergerak dalam area support 6.679–6.509 dan resistance di kisaran 6.933–7.046.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), serta speculative buy untuk saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) dan PT Petrosea Tbk. (PTRO).
Namun, beberapa analis lain justru memprediksi IHSG berpotensi kembali melemah dalam perdagangan hari ini.
CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang support 6.500–6.415 dan resistance 6.675–6.760.
Pelemahan mayoritas indeks di bursa Wall Street serta penurunan harga komoditas global diperkirakan menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
Selain itu, aksi jual investor asing juga masih berlanjut, yang dapat memberi tekanan tambahan bagi indeks.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas mengingatkan bahwa jika IHSG turun di bawah 6.550, ada potensi kehilangan momentum kenaikan.
Sebaliknya, jika mampu bertahan di atas level tersebut, indeks berpeluang membentuk pola minor double bottom.
Dari faktor eksternal, pelaku pasar juga mengantisipasi dampak dari kebijakan tarif AS serta hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 18–19 Maret 2025.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ESSA, PWON, SSIA, ERAA, dan JPFA sebagai pilihan utama.
Dilansir dari Bloomberg, berikut rekomendasi saham hari ini yang dirangkum dari sejumlah broker.
BRI Danareksa Sekuritas
- SIDO
- PWON
BNI Sekuritas
- BBRI
- PTRO
- MDKA
- ASII
- RATU
- CBDK
Phillip Sekuritas
- AYAM
- DSNG
MNC Sekuritas
- AADI
- ISAT
- KLBF
- SIDO
CGS International Sekuritas
- SIDO
- ERAA
- DSNG
- JPFA
- MIKA
- SSMS
Phintraco Sekuritas
- ESSA
- PWON
- SSIA
- ERAA
- JPFA
Panin Sekuritas
- SIDO
- AYAM
- SSIA
- ESSA
RHB Sekuritas
- MIKA
- SIDO
- CLEO
- DSNG
Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.