kabarbursa.com
kabarbursa.com

[Cek Fakta] Bendera Merah Putih Lalu Muhammad Zohri

banner 468x60

KabarMakassar.com — Viralnya foto yang menjelaskan ironi dibalik kemenangan atlet Indonesia Lalu Muhammad Zohri yang membawa bendera Merah Putih yang diduga merupakan pemberian Warga Negara Asing (WNA) Polandia menuai banyak respon yang berujung kritikan kepada pihak Pemerintah Republik Indonesia yang dianggap tidak menghargai atlet berprestasi.

Foto ini tersebar diberbagai media sosial seperti Facebook dan Instagram yang menjelaskan bendera Merah Putih yang dibawah oleh peraih medali emas nomor bergengsi lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletlik U-20 (di bawah usia 20 tahun) di Finlandia pada Rabu, 11 Juli 2018 merupakan bendera negara Polandia yang dibalik.

Salah satu foto tersebut viral halaman Facebook dengan nama Diah Amelia MissAshop yang turut menyebarkan foto ironi dibalik bendera Merah Putih Zohri bahkan telah mendapatkan like sebanyak 10 ribu lebih dengan total pembagian 57.376 hingga berita ini dimuat.

Klaim:

Foto yang tersebar menampilkan Lalu Muhammad Zohri terlihat sedang mengenakan bendera Merah Putih dijelaskan sebagai bendera pemberian WNA Polandia dengan keterangan "Yang di pakai Muhammad zohari bukanlah bendera indonesia….. tetapi bendera polandia. Ada seorang bule polandia yg merasa iba dengan pelari indonesia karena terlihgat sendiri tanpa pendukung, sehingga memberikan zohari bendera sambil berkata : "PAKAILAH DENGAN TERBALIK AGAR TERLIHAT SEPERTI BENDERAMU"( indonesia).

Klarifikasi Humas Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Hendri:

Pihak Humas Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Hendri menjelaskan tim Indonesia yang berangkat pada perlombaan dunia yang diadakan di Finlandia berjumlah empat orang dengan komposisi dua atlet dan dua pelatih.

Saat berangkat, tim Indonesia telah membawa bendera Merah Putih dengan kepercayaan setiap perlombaan yang diikuti tim Indonesia pasti akan mengharumkan negaranya terbukti dengan kemampuan Indonesia yang berhasil bersaing dengan atlet luar negeri dan lolos tahap kualifiasi dan menuju pentas negara.

Hanya saja saat kemenangan Lalu Muhammad Zohri, pelatih Lalu Muhammad Zohri, Erwin Maspaitella harus merekam perlombaan tersebut di garis start sebagai bahan evaluasi untuk persiapan Asian Games, sedangkan Atlet Halomoan dan Pelatih Kikin hanya bisa menonton dari kursi tribun sehingga saat Zohri mencapai finish, Pelatih Erwin segera berlari ke arah garis finish dari sisi luar lintasan yang pasti dikalah cepat dengan Zohri.

Sedangkan Kikin juga diketahu menuju lintasan dari Tribun dengan buru-buru untuk menyerahkan bendera Merah Putih namun dikalah cepat oleh pelari Amerika Serikat yang memanggil Zohri untuk berfoto bersama.

"Setelah itu kami baru sampai menemui Zohri dengan terburu-buru dan langsung menyerahkan bendera Merah Putih yang dia pegang saat diwawancarai tim official broadcast," jelas Hendri kepada Redaksi KabarMakassar.com pada Sabtu Malam, 14 Juli 2018.

Hendri kemudian menekankan bendera yang digunakan Zohri adalah bendera Merah Putih yang memang telah dibawah oleh tim Indonesia yang dipersiapkan sejak berada di Jakarta.

"Jadi tidak benar spekulasi kalau itu bendera pinjaman dan sebagainya, bendera Merah Putih itu dibawa langsung dari Jakarta dan dipersiapkan untuk menyambut Sang juara," jelasnya.

Diketahui, Zohri memang diharapkan akan kembali memenangkan perlombaan di Asian Games yang akan berlangsung pada bulan Agustus hingga September. Hal inilah yang juga menjadi fokus pelatih Zohri untuk merekam perlombaan Zohri langsung untuk mengevaluasi Zohri mengingat saat perlombaan di Finlandia masih terhitung lambat saat lepas dari garis start.

"Alasan merekam juga dijadikan sebagai bahan evaluasi pelatih Erwin mengingat Zohri masih memiliki banyak potensi untuk dikembangkan, bisa dilihat saat lepas dari start block Zohri masih terhutung lambat, namun karena sedang merekam akhirnya Erwin terlambat memberikan bendera yang saat itu dipegang oleh pelatih lainnya," tambah Hendri. 

Kapal yang mengangkut kendaraan dan penumpang itu tenggelam di antara pulau Pasi dan pelabuhan Pamatata, Kabupaten Selayar, berangkat dari pelabuhan Bira, Bulukumba pada pukul 10.00 WITA dan pada pukul 14.30 WITA kapal feri yang memuat ratusan penumpang serta kendaraan ini mengalami masalah berupa kebocoran.