STIKes Mega Rezky Makassar bekerjasama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) melakukan Pelatihan Preseptorship di Hotel Grand Imawan, Jalan Sulawesi, Selasa-Rabu (18-19/04/2017).

Makassar– Desain pendidikan bagi profesi perawat terus dikembangkan. Para calon perawat yang dididik di bangku-bangku kuliah dituntut tak hanya berimajinasi soal profesi yang akan diembannya, namun perlu memiliki pemahaman yang matang tentang profesinya. Sebelumnya, pendidikan keperawatan lebih condong menggunakan clinical instructor (instruktur klinis) sebagai metode untuk pembimbingan mahasiswa D3, di lingkup laboratorium. Namun, belakangan ini, desain pendidikan keperawatan diarahkan untuk menggunakan metode  preseptorship yang dinilai lebih memenuhi kebutuhan pembimbingan bagi mahasiswa keperawatan.

Betapa pentingnya ilmu pembimbingan dan sebagai upaya membenahi model pendidikan, STIKes Mega Rezky Makassar bekerjasama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia  (AIPNI) melakukan Pelatihan Preseptorship di Hotel Grand Imawan, Jalan Sulawesi, Selasa-Rabu (18-19/04/2017).

Pelatihan ini menghadirkan pemateri Dr Muhammad Hadi SKM MKep (Ketua AIPNI), Dr Ariyanti Saleh SKep MKes dan Moh Syafar Sangkala SKep Ns MANP. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Prof  Dr dr H M Rusli Ngatimin MPH (Ketua STIKes Mega Rezky Makassar), dan Ns Julia Fitrianingsih SKep MKes MKep (Wakil Ketua I, bidang Akademik STIKes Mega Rezky).

Ayu lestari S.Kep M.Kep selaku ketua panitia mengatakan,pelatihan preseptorship, sebuah metode pengajaran dimana seorang praktisi yang memiliki pengalaman mampu memberikan dukungan kepada mahasiswa dalam memahami perannya terkait profesinya kelak.

Ayu berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas para preseptor klinik dan preseptor institusi menjadi preseptor profesional sehingga menghasilkan lulusan ners yang berkompeten.

“Pelatihan ini fokus pada metode pembimbingan efektif untuk mahasiswa profesi ners yang melakukan proses kepaniteraan klinik, tak hanya itu kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan terkait model agen perubahan preseptorship dan role play preseptorship,” tutur ayu di sela-sela pelatihan.

Ayu menyebutkan, 44 peserta dari Preseptor (perawat yang berpengalaman, red) klinik dan Preseptor institusi, serta 10 panitia dari kalangan dosen program profesi ners STIKes Mega Rezky Makassar terlibat dalam kegiatan tersebut.

Pelatihan ini melibatkan sejumlah preseptor dari berbagai rumah sakit (RS) seperti RS dr Wahidin sudirohusodo Makassar, RSUD Syekh Yusuf Gowa, RS Bhayangkara Makassar, RSU Haji Makassar. Ns Ilcham Syarief Kasim SKep MSN selaku peserta pelatihan mengatakan pelatihan ini bermanfaat bagi dirinya dan bagi mahasiswanya.

Ilham mengatakan, melalui pelatihan ini, preseptor klinik dan institusi banyak mendapatkan kiat-kiat proses pembimbingan yang efektif yang nantinya dapat berdampak positif pada proses pembimbingan mahasiswa profesi ners ketika melaksanakan praktik di klinik.

Citizen Report: Hadriantilasari
Editor: Fritz Wongkar

LEAVE A REPLY