kabarbursa.com
kabarbursa.com

Ratusan Jamaah di Jeneponto Gelar Shalat Idulfitri Lebih Awal

Ratusan Jamaah di Jeneponto Gelar Shalat Idulfitri Lebih Awal
Ratusan Jamaah umat muslim dari berbagai wilayah menggelar Shalat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Ihyat Starlin Manjangloe, Kelurahan Manjangloe, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. (Foto/ullah).
banner 468x60

KabarMakassar.com — Ratusan Jamaah umat muslim dari berbagai wilayah menggelar Shalat Idulfitri 1446 Hijriah lebih awal dibandingkan Pemerintah.

Shalat Ied yang dilakukan para Jamaah di Masjid Ihyat Starlin Manjangloe, Kelurahan Manjangloe, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, mulai dipadati Jamaah sekitar pukul 06.30 Wita tadi pagi, pada Minggu (30/3).

Mereka mengikuti Shalat Id setelah Rukyat global, Arab Saudi mengumumkan 1 Syawal 1446 Hijriah, jatuh pada Ahad 29 Maret 2025 sekitar pukul 19.05 waktu setempat.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan lebaran berdasarkan hasil Rukyat Global Arab Saudi tadi Subuh waktu Indonesia,” ujar salah satu tokoh agama, Ustadz Abd Rahman Akmal, Minggu (30/3).

Selain Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar juga mengumumkan semalam bahwa hari pertama Idul Fitri jatuh 30 Maret 2025.

Sedangkan negara arab lainnya seperti Oman dan Iran menyampaikan hari pertama Idul Fitri akan dimulai pada Senin (31/3/2025) esok.

Pengumuman ini pun bersamaan dengan keputusan yang telah dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Meski berbeda pandangan, Ustadz Abdul Rahman Akmal mengutip apabila ada salah satu negara telah melihat hilal maka laksanakanlah Shalat Idul Fitri.

Pandangan ini pun berdasarkan dari pandangan beberapa ulama dalam hadist Rasulullah SAW.

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah kalian karena melihatnya. Jika kalian terhalang (dari melihatnya) maka sempurnakanlah bilangan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” (HR. Bukhari, hadis no. 1776),” sebutnya.

Jika pada dasarnya perbedaan pandangan terhadap penentuan Shalat Idul Fitri terjadi karena perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah.

Perbedaan ini didasarkan pada perbedaan pemahaman fiqih yang mana dalam hitungan ini ada 2 macam yakni;

1. Rukyatul Hilal
Berdasarkan hadits Rasulullah, “Jika kalian melihat hilal (hilal Syawwal) maka berbukalah”.
2. Hisab
Berdasarkan ayat Al-Qur’an, “Allah swt mensyariatkan kepada manusia agar menggunakan hisab dalam menentukan awal dan akhir bulan Hijriyah”.