kabarbursa.com
kabarbursa.com

Inflasi Sulsel Terkendali di Bawah 3% Sepanjang 2023

Pasar Terong Makassar sepi namun tidak mempengaruhi tingkat inflasi di Sulawesi Selatan (Foto:Dok.RRI)
banner 468x60

KabarMakassar.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tingkat inflasi di Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2023 terjaga di bawah ambang tiga persen. Menurut Kepala BPS Sulsel, Aryanto, angka inflasi tahunan (year on year/yoy) dan bulanan (month to month/mtm) masing-masing sebesar 2,81 persen dan 0,73 persen.

Aryanto mengungkapkan bahwa inflasi sepanjang tahun 2023 di daerah tersebut telah mencapai 2,81 persen, masih di bawah target pemerintah yang sebesar tiga persen. Meskipun angka ini termasuk dalam kategori moderat, Sulsel mengalami kenaikan harga, khususnya pada kelompok pengeluaran tertentu.

Pada Desember 2023, inflasi gabungan lima kota di Sulawesi Selatan, termasuk Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare, dan Palopo, mencapai 2,81 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,35. Di antara kelima kota tersebut, Makassar mencatatkan inflasi yoy tertinggi sebesar 2,89 persen dengan IHK 117,49, sementara Palopo mencatatkan inflasi yoy terendah sebesar 2,21 persen dengan IHK 115,60.

Angka inflasi Sulsel ini sedikit melampaui inflasi nasional pada Desember 2023, yang berada pada 2,61 persen. Aryanto menjelaskan bahwa kenaikan indeks harga terjadi pada delapan kelompok pengeluaran, seperti makanan-minuman, pakaian, dan transportasi. Sementara itu, sejumlah komoditas seperti beras, cabai rawit, angkutan udara, rokok kretek filter, emas perhiasan, dan cabai merah memberikan andil signifikan terhadap inflasi bulanan Desember 2023.

Di sisi lain, beberapa komoditas seperti bawang merah, ikan bandeng/ikan bolu, tomat, tahu mentah, telur ayam ras, asam, ikan kembung, bahan bakar rumah tangga, tempe, dan udang basah, memberikan kontribusi dominan terhadap deflasi bulanan.