Suasana evakuasi para pendaki Gunung Bawakaraeng yang tersesat akibat cuaca buruk. [Foto: Jesi)

Makassar– Cuaca ekstrim menyebabkan sejumlah pendaki menuju Gunung Bawakaraeng, harus dievakuasi oleh Basarnas dan Tim Gabungan serta Makassar Rescue. Akhir bulan Maret lalu, terhitung ada kelompok pendaki yang dievakuasi oleh Basarnas Makassar dan SAR Mapala UMI Makassar serta Makassar Rescue Makassar.

Kelompok pendaki tersebut berangkat pada 30 Maret lalu. Diidentifikasi sebanyak enam orang terjebak cuaca buruk di Gunung Bawakaraeng. Mereka harus selamat selama beberapa jam sebelum dievakuasi oleh Basarnas Makassar Operasi Gunung Bawakaraeng dan SAR Mapala UMI.

Pendaki tersebut di antaranya lima orang laki-laki bernama Sadli Warwefubun dari Fak. Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPRI Makassar, Rizal dari UIM Makassar, Burgan Susanto Yahya dari Program Pasca Sarjana Ekonomi Amkop, Toton dari Teknik Planologi Universitas Bosowa, Asmun Palahidu dari Stikes, dan satu orang perempuan bernama Ina Anggriana dari Program Pasca Sarjana STIE Amkop.

Baca Juga:  Anggaran Smartphone bagi RT/RW Capai Rp 6 M

Berdasarkan informasi yang telah beredar, jika keenam survivor tersebut berasal dari Mapala Veteran UPRI Makassar diluruskan oleh Ketua Umum Mapala Veteran UPRI Makassar, Hardianto Nasrul yang ditemui di Sekretariat Mapala Veteran UPRI, Jalan Gunung Bawakaraeng. Ia menuturkan, ada satu orang mahasiswa yang berasal dari UPRI bernama Sadli. Namun, bukan berasal dari anggota Mapala Veteran.

“Alhamdulillah enam pendaki tersebut selamat setelah dievakuasi,” ujar Hardianto yang akrab disapa Toproj.

Lanjutnya, pihaknya sudah menemui salah satu dari keenam pendaki tersebut dan mendapat informasi, jika mereka berasal dari kampus yang berbeda.

Baca Juga:  Agenda Pemkot Makassar 25 April 2017

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Pejuang RI Makassar, Andi Alim, mengatakan, bahwa karena salah seorang pendaki adalah mahasiswa UPRI Makassar. Ia mengatakan, ke depan agar mahasiswa UPRI yang ingin mendaki harus memperbaiki managemen perjalanan.

“Perbaiki managemen perjalanan, karena safety first itu yang paling penting dan mahasiswa wajib mendapatkan persetujuan dari kampus kalau mau mendaki,” pungkasnya.

Penulis : Jesi
Editor : Marwah‎

LEAVE A REPLY