Perusda
Bank SUlsel Bar

16 Proyek Peradaban dari Timur Indonesia

on 15/9/18 Oleh Hendra N. Arthur

KabarMakassar.com, Papua – Kementerian BUMN RI meresmikan 16 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp2,153 triliun di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Jumat, 24 Agustus 2018).

Peresmian 16 PSN yang dipusatkan di wilayah Papua tersebut dilakukan langsung oleh Menteri BUMN, Rini M. Soemarno, didampingi Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung.

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, proyek yang diresmikan adalah PSN yang dibangun oleh Pelindo IV sejak awal 2016 hingga 2018. “Jadi, PSN yang dibangun oleh Pelindo IV selama kurun waktu sekitar 2 tahun ini,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung menuturkan 16 PSN yang diresmikan pada hari ini [Jumat] adalah proyek-proyek strategis nasional yang dibangun Perseroan menggunakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) dan internal perusahaan.

“Total anggaran yang terserap untuk 16 proyek yang diresmikan ini senilai Rp2,153 triliun. Di antaranya 8 PSN yang menggunakan anggaran PMN sebesar Rp1,3 triliun dan sisanya menggunakan internal perusahaan,” sebutnya.

Doso mengatakan, 8 PSN yang menggunakan dana PMN yaitu di Papua ada Pelabuhan Merauke, Jayapura, Manokwari dan Pelabuhan Sorong. Sedangkan yang non Papua yaitu Pelabuhan Ternate, Bitung, Kendari dan Pelabuhan Tarakan.

Menurutnya, kelemahan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yaitu infrastruktur yang masih tertinggal dibandingkan dengan wilayah barat Indonesia. Dia mencontohkan di Pelabuhan Jayapura, terakhir dilakukan investasi yakni pada sekitar 2010, sementara kinerja operasional di wilayah Papua menunjukkan peningkatan yang cukup positif.

“Setiap tahun aktivitas di Pelabuhan Jayapura mengalami peningkatan sebesar 14%, sehingga dibutuhkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung peningkatan tersebut, utamanya untuk mendukung kebutuhan aktivitas petikemas di pelabuhan paling timur di Indonesia ini,” jelasnya.

Doso menyebutkan, dengan adanya investasi yang dilakukan Pelindo IV, bisa menurunkan Berth Occupancy Ratio (BOR) atau rasio penggunaan dermaga terhadap kunjungan kapal. “Semakin tinggi BOR, semakin padat dermaga dan waktu tunggu kapal juga semakin lama. Tapi dengan investasi pelabuhan, otomatis dapat menurunkan angka BOR, terutama di Pelabuhan Jayapura, yang sebelumnya diatas 70%.”

Dia menegaskan, dengan investasi yang dilakukan Pelindo IV, kapasitas 16 pelabuhan yang masuk dalam PSN yang diresmikan tersebut akan meningkat cukup signifikan, yaitu antara 50% hingga 500% atau sekitar 5 kali lipat.

Dengan diresmikannya 16 proyek strategis ini, total kapasitas petikemas menjadi 2 juta TEUs per tahun dari sebelumnya hanya 700.000 TEUs per tahun. “Jumlah itu diluar kapasitas yang dimiliki Terminal Petikemas Makassar (TPM), Makassar New Port (MNP) dan Kaltim Kariangau Terminal (KKT).”

Sementara fasilitas bongkar muat petikemas dari crane kapal menjadi fix crane atau container crane, sehingga kecepatan bongkar muat barang dari rata-rata hanya 8 – 12 box per jam, menjadi 22 – 28 box per jam.

Kapsitas terminal penumpang dari sebelumnya hanya 6.000 penumpang menjadi 11.700 penumpang per siklus kegiatan.

“Seluruh pembangunan strategis ini juga didampingi oleh TP4P, TP4D, BPKP dan Tim Pendamping dari masing-masing Polda setempat,” tegasnya.  

Doso Agung menjelaskan bahwa 16 PSN yang diresmikan yaitu di Pelabuhan Jayapura, pihaknya membangun dermaga penumpang 100 meter dan replacement dermaga 150 meter dengan kapasitas 200.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 90.000 TEUs per tahun dengan penyerapan anggaran sebesar Rp165 miliar. 

Selain itu, investasi 2 unit RTG dari 15 box per jam menjadi 25 box per jam, dengan penyerapan anggaran senilai Rp34 miliar. Serta investasi 2 unit container crane senilai Rp100 miliar.

Di Pelabuhan Merauke, Pelindo IV membenamkan investasi sebesar Rp76 miliar untuk pembangunan dermaga petikemas 75 meter dan pondasi fixed crane dengan kapasitas 100.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 30.000 TEUs per tahun. 

Juga investasi alat, yaitu 2 unit fixed crane senilai Rp25 miliar dengan kapasitas 18 box per jam, dari sebelumnya hanya 5 box per jam.

Di Pelabuhan Biak lanjut Anton, Pelindo IV juga menanam investasi sebesar Rp87 miliar untuk membangun dermaga penumpang 142 meter. “Dengan investasi ini, kapal yang sandar dulunya hanya bisa ukuran 3.000 GT, sekarang bisa dengan ukuran 14.000 GT,” terangnya.

Selanjutnya di Pelabuhan Sorong, Pelindo IV membangun kantor cabang dengan investasi sebesar Rp23 miliar. Melalui investasi ini, kantor cabang yang sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 50 orang, kini bisa didiami sebanyak 150 orang.

Juga ada pembangunan dermaga petikemas segmen B 143 meter, yang menyerap anggaran sebesar Rp192 miliar dengan kapasitas kini menjadi 300.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 50.000 TEUs per tahun.

Di Pelabuhan Manokwari, investasi yang dilakukan adalah pembangunan dermaga petikemas 75 meter senilai Rp46,2 miliar dengan kapasitas yang meningkat jadi 100.000 TEUs per tahun dari sebelumnya hanya 30.000 TEUs per tahun. Juga investasi 2 unit fixed crane senilai Rp40 miliar berkapasitas 18 box per jam dari sebelumnya hanya 5 box per jam.

Untuk Pelabuhan Ambon, juga ditanam investasi sebesar Rp35 miliar untuk restrengthening dermaga 60 meter, sehingga kapasitas yang sebelumnya hanya mampu menampung petikemas sebanyak 100.000 TEUs per tahun, kini bisa mencapai 200.000 TEUs per tahun.

Kemudian juga ada investasi 3 unit RTG senilai Rp50 miliar dan 1 unit container crane senilai Rp80 miliar, sehingga kapasitas bongkar muat yang bisa dilayani mengalami peningkatan menjadi 25 box per jam dari sebelumnya hanya 15 box per jam.  

Di Pelabuhan Ternate, Pelindo IV melakukan replacement dermaga 100 meter dengan nilai investasi sebesar Rp75 miliar dan replacement dermaga petikemas 148 meter senilai Rp89 miliar, sehingga peningkatan kapasitas menjadi 100.000 TEUs per tahun dari sebelumnya hanya 50.000 TEUs per tahun.

Doso juga menyebutkan, selain PSN di wilayah Papua, pihaknya juga menanam sejumlah investasi untuk pengembangan sejumlah pelabuhan di wilayah Sulawesi. Yaitu di Pelabuhan Kendari, Pelindo IV membangun dermaga petikemas Kendari New Port dengan nilai investasi sebesar Rp295 miliar. “Dengan investasi ini, kapasitas atau daya tampung petikemas meningkat cukup signifikan menjadi 250.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 70.000 TEUs per tahun,” jelasnya.

Pelindo IV juga melakukan pembangunan di Pelabuhan Bitung, yakni membangun dermaga petikemas 131 meter senilai Rp108 miliar, sehingga daya tampung yang kini dimiliki menjadi 350 TEUs per tahun dari sebelumnya hanya 150.000 TEUs per tahun. Serta menambah 1 unit container crane senilai Rp80 miliar yang membuat kinerja bongkar muat meningkat jadi 25 box per jam dari sebelumnya hanya 20 box per jam.    

Di Pelabuhan Makassar sebagai pelabuhan terbesar di KTI, BUMN yang bergerak dibidang jasa pengelolaan pelabuhan ini juga berupaya meningkatkan pelayanan dengan melakukan berbagai investasi, seperti pembangunan terminal penumpang yang menyerap anggaran sebesar Rp17 miliar. 

Melalui investasi tersebut kata Doso, kapasitas terminal penumpang di Pelabuhan Makassar jadi bisa ditingkatkan 100%, dari sebelumnya hanya mampu menampung 2.000 penumpang kini bisa mencapai 4.000 penumpang.

Pelindo IV juga melakukan investasi dengan membeli 2 unit harbour mobile crane senilai Rp115 miliar dan 2 unit container crane senilai Rp90 miliar. Dengan investasi alat ini, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Makassar meningkat jadi 25 box per jam dari sebelumnya hanya 10 box per jam.

Selanjutnya di Pelabuhan Parepare, Pelindo IV juga melakukan replacement dermaga Cappa Ujung 75 meter yang menelan investasi sebesar Rp40 miliar dan kapasitas yang dimiliki menjadi 35.000 TEUs per tahun dari sebelumnya hanya memiliki daya tampung sebesar 15.000 TEUs per tahun.

Di Pelabuhan Gorontalo tambah Doso, pihaknya juga menanam investasi sebesar Rp25 miliar untuk pondasi fixed crane, sehingga daya tampung yang ada kini menjadi 100.000 TEUs per tahun dari sebelumnya hanya 30.000 TEUs per tahun.

Juga pengadaan 2 unit fixed crane dengan nilai investasi sebesar Rp25 miliar, sehingga kapasitas bongkar muat kini menjadi 18 box per jam dari sebelumnya hanya 5 box per jam.

Selanjutnya di Pelabuhan Balikpapan dan Sangatta, masing-masing dilakukan investasi untuk terminal penumpang Semayang senilai Rp22,9 miliar dan Gedung Kantor UPK senilai Rp4,7 miliar.

Di wilayah Kalimantan Utara, Pelindo IV juga melakukan pembangunan untuk reklamasi lapangan penumpukan petikemas di Pelabuhan Tarakan dengan penyerapan investasi sebesar Rp123 miliar dan pembangunan terminal di Pelabuhan Nunukan dengan nilai investasi yang dibenamkan sebesar Rp66 miliar.

“Sehingga, total investasi melalui dana internal dan anggaran PMN yang dikucurkan untuk 16 PSN ini sebesar Rp2,153 triliun,” ujarnya.  

Selain meresmikan 16 PSN di KTI yang dibangun oleh PT Pelindo IV lanjut Doso, Menteri BUMN, Rini Soemarno juga berkenan melepas ekspor sebanyak 37 kontainer komoditas Kayu Merbau yang sudah flooring dari Pelabuhan Jayapura, untuk dikirim langsung ke Shanghai, China. (")