Perusda
Bank SUlsel Bar

Ini Drama Evakuasi 3 Korban Tewas Sumur Maut

on 20/2/18 Oleh A. Nurul Gaffar
Ini Drama Evakuasi 3 Korban Tewas Sumur Maut
Sumur tempat jatuhnya warga jeneponto. [Foto: Nurul Gaffar]

KabarMakassar.com --- Tiga warga yang jatuh ke dalam sumur di lingkungan Tompo Kelara, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto akhirnya berhasil dievakuasi, Rabu 20 Februari 2018.

Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Kota Makassar Hamsidar mengaku mendapat informasi dari kepala Lurah Tolo terkait ada 3 korban warganya yang jatuh ke sumur sedalam 20 meter.

"Kami mendapat informasi dari pak lurah, selanjutnya personel SAR langsung menuju ke lokasi. Proses evakuasi kita lakukan hingga sampai pukul 00.30 wita," kata Hamsidar saat ditemui jurnalis KabarMakassar.com di lokasi kejadian di Kelara, Jeneponto, Selasa 20 Februari 2018 dini hari tadi.

Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar Basri yang ikut dalam proses itu mengaku banyaknya kendala yang dihadapi tim rescue saat melakukan evakuasi.

"Proses evakuasi korban di dalam sumur itu mendapat banyak kendala karena diameter sumur sempit. Turun kedalamnya memang hampir mencapai 20 meter. Kemudian kami curiga sumur mengandung gas beracun sehingga harus menggunakan breathing app," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolsek Kelara AKP Salman Salam mengatakan kronologi kejadian berawal adanya bau busuk dari dalam sumur Saido Daeng Sua turun ke sumur dengan niat membersihkan.

"Sekitar pukul 11.00 wita, korban saido ini turun kesumur dengab niat membersihkan sumur karena di bawah sumur tercium bau busuk seperti bau bangkai. Selanjutnya sekitar 3 jam kemudian Risal yang merupakan anak kandung dari Saido juga ikut turun dan memastikan keadaan bapaknya," ungkapnya.

Saat Risal, lanjutnya sampai ke dalam sumur, Daeng Saido ditemukan sudah tidak bernyawa lagi.

"Sampainya di bawah Risal menemukan bapaknya sudah tidak bernyawa lagi. Risal kembali keatas meminta bantuan untuk mengangkat bapaknya. Risal bersama Sanneru Daeng Lili kembali ke bawa sumur untuk mengangkat Jenazah saido," jelasnya.

Namun naas, saat jenazah Saido ditarik ke atas, tali pengikatnya terputus sehingga jenazah jatuh dan menimpa Risal dan Sanneru Daeng Lili.

Akibatnya Risal dan Sanneru yang ditimpa jenazah juga ikut meninggal karena terjerembab ke dalam sumur yang berlumpur dan tidak memiliki oksigen lagi.

Sementara informasi dari Humas Pores Jeneponto, AKP Syahrul Regama pada pukul 22.50 wita, tim rescue Basarnas  yang dibantu masyarakat berhasil mengevakuasi anak korban pertama saido.

"Sudah ditemukan 1 orang lagi korban didalam sumur dan berhasil dievakuasi" ucap AKP. Syahrul.

Hingga pukul 00,30 wita ketiga korban berhasil diangkat dari dasar sumur kemudian diserahkan oleh pihak keluarga. (*)