Perusda
Bank SUlsel Bar

Tahanan Polres Jeneponto Meninggal, Kok Bisa ?

on 11/2/18 Oleh A. Nurul Gaffar
Tahanan Polres Jeneponto Meninggal, Kok Bisa ?
Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto menyerahkan jenazah pelaku Pencurian dengan Kekerasan atau Curas yang meninggal di Rumah Sakit Lanto Dg. Pasewang Minggu, 11/02. [Foto: Nurul Gaffar]

KabarMakassar.com --- Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto menyerahkan jenazah pelaku Pencurian dengan Kekerasan atau Curas yang meninggal di Rumah Sakit Lanto Dg.Pasewang Minggu, 11 februari 2018.

Tahanan yang meninggal bernama Takdir dg.Ngawing. Tahanan yang meninggal ini ditangkap setelah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Resmob Polda Sulsel.

Takdir berhasil ditangkap beberapa waktu lalu di rumah salah satu warga di Dusun Bungung tongko, Desa Tanjonga, Kec.Turatea Jeneponto.

Awing nama panggilan akrab pelaku curas meninggal ini di duga kuat karena sakit. 

"Awing selama ini mengkonsumsi Narkoba sehingga sakaw (kejang-kejang) dan dalam kondisi yang lemah atau drop," ucap Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto.

Polres Jeneponto melayani dan mengurus jenazah dengan baik selama sakit maupun setelah tutup ajal atau meninggal dunia.

Kapolres Jeneponto bersama Wakapolres, Kasat Intel, Kasat Reskrim, Kasat Tahti dan Kasi Propam mengantar jenazah dari RS Lanto Dg. Pasewang sampai ke rumah duka Takdir Dg. Ngawing.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Jeneponto menyempatkan diri berdo'a dan mengusap jenazah mulai dari kepala sampai kaki.

Kapolres Jeneponto Menambahkan dari pihak keluarga tidak mempermasalahkan atau tidak keberatan atas meninggalnya Takdir Dg. Ngawing

Hal itu dibuktikan dengan adanya surat pernyataan yang dibuat orang tuanya. Kemudian Polres Jeneponto memberikan santunan kepada keluarga Takdir Dg.Ngawing berupa uang tunai senilai Rp10 juta.

Sementara itu, Do'ding selaku orang tua berterima kasih atas pelayanan yang diberikan Polres Jeneponto terhadap anaknya Takdir Dg. Ngawing.

Belum diketahui pasti penyebab kematiannya karena jenazah terlebih dahulu di autopsi oleh pihak Forensik, namun keluarga tahanan yang meninggal dunia menolaknya untuk dilakukan autopsi. (*)