Perusda
Bank SUlsel Bar

Pasca Aksi Kamisan, WR III Cabut Skorsing Mahasiswa Unhas

on 8/2/18 Oleh Muhammad Fajar Nur
Pasca Aksi Kamisan, WR III Cabut Skorsing Mahasiswa Unhas
Wakil Rektor III UNHAS, Dr Ir. Abdul Rasyid Jalil, M.Si. [Foto: ist]

KabarMakassar.com --- Setelah melalui persidangan diskorsing dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terkait kasus penempelan poster berisi kritikan terhadap Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Kamis 8 Februari 2018. 

Akhirnya pihak rektorat Unhas mencabut sanksi skorsing bagi kedua mahasiswa Fisip itu terkait kasus itu memancing reaksi dari berbagai pihak baik kalangan aktifis mahasiswa hingga media massa yang terlihat dari Aksi Kamisan Makassar Ke-10 yang digelar di depan Monumen Mandala Sore tadi.

Hal ini ditegaskan Wakil Rektor III UNHAS, Dr Ir. Abdul Rasyid Jalil, M.Si saat diwawancarai langsung awak redaksi KabarMakassar.com. Dia mengatakan skorsing kedua mahasiswa tersebut telah dicabut.

"Mekanisme lanjut adalah banding tadi kami sudah lakukan dan mahasiswa mengakui dan menyesal atas perbuatan tersebut sehingga dia sadar dan tidak mengulang lagi. Maka kami merekomendasikan untuk mencabut skorsingnya dan yang bersangkutan dapat kuliah kembali," ucapnya.

Pria yang kerap disapa pak Chido menambahkan bahwa sekarang berada pada proses untuk dibuatkan SK baru untuk mengaktifkan kembali status mahasiswa tersebut.

"Ini juga tidak ada kaitannya dengan pemilihan rektor karena ini bagian dari penegakan aturan yang ada di UNHAS," lengkapnya saat ditanya apakah dengan adanya skorsing mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi mereka mempengaruhi kondisi Unhas dalam mempersiapkan pemilihan Rektor Baru.

UNHAS sendiri telah memiliki 3 (tiga) Calon Rektor Unhas Periode 2018-2022 yang akan dikirim ke Majelis Wali Amanat (MWA) UNHAS untuk dipilih menjadi Rektor baru.

Dimulai dari Solidaritas Mahasiswa yang ikut mengawal dan melakukan aksi damai seperti Aksi Mawar hitam hingga keterlibatan berbagai media lokal hingga nasional dalam memberitakan kasus kekerasan akademik yang dijatuhkan kepada Mohammad Nur Fiqri dan Rezki Ameliyah.

Fiqri dan Amel ditangkap pada tanggal 18 Januari 2018 pada pukul 01.55 WITA dan langsung menjalani sidang pada hari itu tanpa adanya proses administrasi seperti surat pemanggilan dan penyediaan saksi.

Pada 30 Januari 2018 pukul 04.30 WITA, Fiqri dan Amel menerima surat keputusan yang ditandatangani oleh Rektor yang berisi keputusan pemberian sanksi skorsing selama 2 semester atau 1 tahun.

Siang ini, Fiqri dan Amel kemudian melakukan banding didampingi oleh Wakil Dekan III FISIP UNHAS di Gedung Rektorat UNHAS, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Kota Makassar.

"Tadi Hearing Session yang dilakukan untuk mendengarkan penjelasan dari saya, amel, Wakil Dekan III FISIP, Kepala Department Ilmu Hubungan Internasional dan Komdis FISIP. Hasilnya saya dan amel disampaikan untuk membuat permintaan maaf dan menjelaskan mau kemana setelah ini," ujar Mohammad Nur Fiqri atau yang kerap disapa Fiqri saat ditemui di Gedung Ipteks Unhas. 

Dia menjelaskan pihak rektorat sepakat dengan tuntutan mahasiswa termasuk istilah Kampus Rasa Pabrik akan disalurkan dalam bentuk  kajian akademik yang akan difasilitasi oleh laboratorium HI atau lembaga kemahasiswaan yang forum atau kelas. 

Fiqri menambahkan bahwa Skorsing mereka masih ada sebab belum ada surat resmi yang menjelaskan bahwa keputusan skorsing mereka telah dicabut.

"Karena itu wewenang Rektor dan masih berlaku sampai sekarang, kita masih menunggu hasil rapat minggu depan," tambahnya. (*)